Tenggarong, Kaltim (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Memajukan Anggaran setiap rukun tetangga (RT) dari sebelumnya RP50 juta menjadi Rp150 juta per tahun sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.
“Peningkatan anggaran Kepada mendorong RT menjadi ujung tombak pembangunan, mulai dari penanganan persoalan lingkungan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi Penduduk RT,” ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Kukar, Kaltim, Sabtu.
Kenaikan anggaran dari program RT-Ku Terbaik ini antara lain Kepada membuka ruang membangkitkan UMKM di tingkat RT, meski Enggak Dapat langsung diberikan sebagai pinjaman pribadi.
Caranya adalah Anggaran dipakai Kepada stimulan ekonomi, pelatihan, modal Grup, pengadaan alat produksi, kemasan, hingga akses pasar, dengan syarat Istimewa harus melalui musyawarah Penduduk RT, berbentuk usaha Grup atau usaha Berbarengan, bukan Kepada individu.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Kukar Nomor 10/2026 tentang Program RT-Ku Terbaik, di antaranya Kepada kegiatan yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas pemuda atau Grup rentan.
Demi ini, jumlah RT di Kukar mencapai 3.134 RT, tersebar di 193 desa dan 44 kelurahan di 20 kecamatan, sehingga tahun ini anggaran yang digelontorkan dari program RT-Ku terbaik mencapai Rp470,1 miliar.
Sebelumnya, pada Selasa (23/6/2026) Demi meluncurkan program ini, Bupati juga mengatakan bahwa peningkatan Donasi menjadi Rp150 juta per RT ini dimaksudkan agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan RT berjalan lebih optimal.
“Peningkatan anggaran ini harus diiringi dengan pengawasan melekat agar pemanfaatan Anggaran Betul-Betul Akurat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Selain program RT-Ku Terbaik, Demi itu Bupati juga meluncurkan dua program lain yakni aplikasi Siap Kerja melalui konsep Job Fair Every Day, kemudian aplikasi Aduan Masyarakat.
Aplikasi Siap Kerja menjadi wadah digital yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tanpa harus menunggu Perayaan bursa kerja, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja, mendaftar secara daring, hingga informasi pelatihan keterampilan hidup.
Sedangkan aplikasi Aduan Masyarakat, Penduduk dapat menyampaikan berbagai keluhan, aspirasi, maupun laporan terkait pelayanan publik hingga memantau langsung perkembangan tindak lanjut oleh perangkat daerah.
“Sistem ini dirancang agar seluruh proses penanganan laporan dapat dipantau secara transparan, Berkualitas oleh pelapor maupun pemda sesuai standar operasional Mekanisme,” kata Aulia.
