Jember (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, merekomendasikann penutupan permanen dua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis.
Berdasarkan surat Bupati Muhammad Fawait tertanggal 22 Mei 2026 kepada Kepala Badan Gizi Nasional, dua SPPG yang direkomendasikan Demi ditutup itu adalah SPPG Kaliwates 3 Al Mubarok dan SPPG Sumbersari 2.
SPPG Sumbersari 2 sempat terendam banjir dan mengalami kebakaran. Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis dan Pejabat Sekretaris Daerah Achmad Imam Fauzi menemukan bahwa proseduri operasional standar pembangunan infrastruktur dapur di SPPG tersebut Enggak berjalan. “Saya Memperhatikan instalasinya Lagi manual,” katanya, Demi sidak, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, SPPG Kaliwates 03 Al Mubarok direkomendasikam Demi ditutup setelah Terdapat insiden keracunan yang menimpa puluhan siswa berusia empat hingga tujuh tahun. Dalam surat laporan hasil Pengawasan disebutkan, SPPG tersebut kurang memperhatikan unsur kebersihan dan standar operasional.
Selain itu, Terdapat informasi bahwa SPPG tersebut sering dikeluhkan masyarakat melalui kanal pelaporan Wadul Guse yang disediakan Pemkab Jember.
Dalam wawancara dengan wartawan, Kepala SPPG Kaliwates 03, Ahmad Farid Anam, mengaku telah menyajikan ayam suwir bumbu kuning Bagian kecil Demi siswa taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia Pagi (PAUD).
Padahal dalam surat tertanggal 26 Januari 2026, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Kawasan II Badan Gizi Nasional Albertus Dony Dewantoro mengimbau SPPG Demi menghindari penyediaan menu makanan yang berpotensi menyebabkan keracunan pangan, seperti soto, ayam suwir, ikan tongkol, capcai, dan/atau menu sejenis lainnya.
Achmad Imam Fauzi mengatakan, kewenangan penutupan Terdapat pada BGN. “Kami hanya merekomendasikan. Keselamatan Kaum lebih diutamakan. Biar tertib harus Terdapat satu dua yang dipotong dan didisplinkan,” katanya. [wir/but]
