Pasca Kasus Kekerasan Basket, Perbasi Jatim Siapkan Sarasehan Orang Uzur Klub

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Pasca mencuatnya kasus dugaan kekerasan di lingkungan basket Jawa Timur, Ketua Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati berencana menggelar sarasehan Serempak para orang Uzur klub basket di Distrik Jawa Timur dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif sekaligus ruang edukasi dan berbagi pengalaman guna memetakan persoalan yang terjadi di dalam klub-klub basket, khususnya yang melibatkan atlet usia pelajar.

Menurut Evi, keterlibatan orang Uzur menjadi Krusial agar federasi dapat mengetahui secara langsung berbagai kendala, persoalan, maupun dinamika yang dihadapi anak-anak selama menjalani pembinaan di klub.

“Kira akan Membikin sarahsehan Demi orang Uzur dari klub di Jawa Timur supaya kita Paham kekurangan, masalah apa yang terjadi di dalam klub dimana tempat anak-anak mereka bermain basket,” ungkap Evi, Jumat (16/1/2025).

Sebelumnya, Perbasi Jatim telah lebih dulu menggelar kegiatan serupa Serempak perangkat pertandingan. Evi menilai Perhimpunan Obrolan semacam ini sangat dibutuhkan Demi meminimalisasi potensi terjadinya berbagai persoalan, termasuk dugaan kekerasan dalam dunia olahraga.

“Kita sudah mulai lakukan, dibulan februari Lampau kita sudah buat Spesifik wasit, Instruktur juga maka kita juga akan buat dengan orang Uzur yang anaknya bermain dalam klub yang Tetap dalam pantauan orang Uzur,” imbuhnya.

Meski demikian, Evi mengakui Begitu ini Perbasi Jatim belum dapat merangkul seluruh elemen sekolah Demi terlibat dalam kegiatan sarasehan tersebut. Tetapi, ke depan pihaknya berupaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Demi Begitu ini saya belum Dapat masuk dari sekolah-sekolah, alternatifnya melalui orang Uzur klub kita akan beri motivasi dan menekan upaya Demi Tak bergesekan dengan kekerasan. Kalau lewat sekolah mungkin Dapat melalui guru,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya seorang Instruktur basket SMAK St Louis 1 Surabaya diduga melakukan kekerasan terhadap siswa. Dugaan kekerasan tersebut Tak hanya bersifat verbal, tetapi juga disertai pemukulan. (way/kun)