liputanindo.com – Sob, kembali Tengah kita bedah sisi lain dari hiruk-pukuk MotoGP Jerez 2026. Apabila kita Memperhatikan papan skor, Ducati sebenarnya tampil digdaya. Tetapi, Terdapat pernyataan menarik dari sang General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, yang menyebut hasil Jerez sebagai sebuah “Kekecewaan Ganda”. Lho, kok Dapat? Padahal motor Desmosedici Pemenang? Mari kita kupas . .
Gemerlap Tim Satelit: Alex Marquez & Diggia Berpesta
Secara teknis, Ducati memang Tetap menjadi patokan. Di Jerez, podium kembali dikuasai oleh motor-motor Borgo Panigale, Tetapi menariknya, semuanya datang dari tim independen:
-
Alex Marquez (Gresini Racing): Tampil luar Normal dan keluar sebagai Pemenang di balapan hari Ahad. Gigi memuji Alex sebagai pembalap tercepat sepanjang akhir pekan yang akhirnya pecah telur musim ini di sirkuit yang sangat ia sukai.
-
Fabio Di Giannantonio (VR46): Konsistensi “Diggia” makin menjadi-jadi. Finis ketiga di Jerez mengukuhkan dirinya sebagai pembalap Ducati dengan posisi klasemen tertinggi Begitu ini (P3), mengasapi para pembalap pabrikan.
“Kami kembali ke podium teratas Demi pertama kalinya tahun ini berkat Alex Márquez yang luar Normal: ia meraih posisi pertama dalam sesi kualifikasi di mana Di Giannantonio yang tampil bagus finis di posisi ketiga,” Dall’Igna memulai penilaiannya.

“Kami sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan di sesi kualifikasi dan di balapan sprint dengan finis satu-dua Demi motor pabrikan, meraih podium serba Ducati, dalam balapan yang ditandai dengan cuaca yang Enggak dapat diprediksi,” Lanjut Gigi
“Double Zero” yang Menyakitkan bagi Tim Pabrikan
Nah, di sinilah letak Argumen mengapa Gigi Dall’Igna merasa “pahit”. Tim Penting yang ia pimpin, Ducati Lenovo, Malah mengalami bencana total alias Double Zero di balapan Penting hari Minggu.
-
Marc Marquez: Sang pemenang Sprint Race hari Sabtu sebenarnya memulai balapan dengan sangat spektakuler dari Pole Position. Tetapi sayangnya, Marc harus terjatuh di lap-lap awal Begitu sedang memimpin. Sebuah kerugian besar mengingat kecepatannya sangat dominan.
-
Pecco Bagnaia: Nasib sial juga menimpa Pecco. Ia terpaksa menyudahi balapan lebih awal karena kendala teknis pada motornya.
“Terdapat rasa pahit yang mendalam bagi pembalap (pabrikan) kami. Kami mencatat ‘double zero’. Dua DNF yang sangat keras bagi kami, padahal kondisinya sangat memungkinkan Demi meraih hasil maksimal,” ungkap Gigi.

“Balapan yang dimulai dengan start spektakuler dari Marc, yang sayangnya mengalami kecelakaan di lap berikutnya, dan dilanjutkan dengan Kendali saudaranya, Alex, dan performa luar Normal dari Di Giannantonio. Pecco, di sisi lain, terpaksa mundur karena masalah teknis. Sepatutnya hari Minggu ini Dapat dan harus berbeda Demi tim pabrikan kami; tetapi Rupanya sangat mengecewakan,” Lanjutnya
Kekecewaan Ganda: Performa vs Hasil Akhir
Gigi menyebut kekecewaan ini bersifat ganda. Pertama, karena secara performa, motor GP26 versi pabrikan sebenarnya sangat kompetitif (terbukti dari kemenangan Marc di Sprint). Kedua, karena Langkah mereka kehilangan poin sangatlah Enggak terduga—satu karena crash, satu karena masalah teknis.
Kondisi klasemen pun Begitu ini cukup Aneh, di mana pembalap terbaik Ducati Malah bukan dari tim merah, melainkan tim satelit. Hal ini Membangun tim teknis di Borgo Panigale harus bekerja ekstra keras.

Tak mau larut dalam kesedihan, Gigi langsung tancap gas di Tes Senin kemarin. Ducati terpantau menguji paket aerodinamika ‘baru tapi Lamban’ Demi mencari Solusi. Gigi mengonfirmasi bahwa beberapa solusi yang dicoba menunjukkan hasil positif dan kemungkinan besar akan langsung diaplikasikan di seri berikutnya Demi membantu Marc dan Pecco kembali ke jalur kemenangan.
Di MotoGP 2026 ini, persaingan antar sesama pengguna Ducati makin panas. Meskipun tim satelit seperti Gresini dan VR46 tampil memukau, bagi Gigi Dall’Igna, tugas utamanya adalah memastikan “The Dream Team” di tim pabrikan Enggak Tengah pulang dengan tangan hampa.
Taufik of BuitenZorg | @liputanindo
