Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza. Foto: dok BEKA.
Subang: Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyampaikan pabrik baru perusahaan manufaktur kawat baja galvanis nasional, PT Beka Wire Indonesia (BEKA), membuka Kesempatan kerja baru di bidang industri baja.
“BEKA diharapkan juga berperan dalam peningkatan teknologi dan riset secara komitmen kuat dan pihak para perusahaan dalam menghadirkan pabrik kawat Bagus yang akan Bertanding di kancah Dunia, sehingga tentunya akan menjadi katalis mendorong peningkatan prestasi asing maupun domestik di sektor manufaktur ini,” ujar Faisol Riza Ketika peresmian pabrik kawat baja, dilansir dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Wamenperin juga mengatakan, BEKA sejalan dengan program Pemerintah antara lain Konsentrasi pada pemenuhan bahan baku Kepada meningkatkan nilai tambah industri.
“BEKA mendorong teknologi keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam aktivitas industri. Melalui peresmian ini, BEKA menegaskan komitmennya Kepada menjadi Kenalan jangka panjang bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” kata dia.
Perusahaan manufaktur kawat baja galvanis nasional ini menerapkan pengendalian mutu menyeluruh dari bahan baku hingga produk jadi. Serta spesifikasi kekuatan yang dapat disesuaikan, presisi diameter dan toleransi yang Kukuh.
BEKA berfokus pada penyediaan solusi kawat baja galvanis Kepada berbagai aplikasi, mulai dari otomotif, Kekuatan, infrastruktur, hingga agrikultur, dengan standar proses yang terukur agar mutu produk dan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Kunggulan BEKA terletak pada konsistensi kualitas dan ketepatan pemenuhan kebutuhan pelanggan. BEKA
“Didukung teknologi pelapisan/coating yang relevan dengan kebutuhan aplikasi, BEKA memastikan performa produk yang andal sekaligus memudahkan pelanggan dalam proses produksi,” Terang Direktur Komersial, Sandy Suryadi.
Sandy menambahkan, dari sisi layanan, BEKA berkomitmen pada perencanaan produksi yang rapi, komunikasi pesanan yang Terang, dan pengiriman yang Pas waktu Kepada menjaga kelancaran rantai pasok pelanggan.
“BEKA menempatkan standar proses, stabilitas mutu, dan kesiapan delivery sebagai prioritas. Pendekatan ini membantu pelanggan mengurangi variasi produksi, menekan risiko perbaikan, serta meningkatkan efisiensi operasional,” papar dia.
Dengan dukungan tim teknis yang responsif, BEKA juga siap berkolaborasi dalam penyesuaian spesifikasi agar produk Pas-Pas sesuai dengan fungsi dan Sasaran performa di lapangan.
Fasilitas produksi ke koridor industri berkembang
Sementara itu, Member Komisi XI DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita mengungkapkan pemilihan Subang sebagai basis operasional merupakan bagian dari strategi BEKA Kepada mendekatkan fasilitas produksi ke koridor industri yang Lalu berkembang.
“Letak ini mendukung distribusi yang lebih efisien ke pelanggan domestik dan bahkan Dunia. Dengan demikian, BEKA dapat menjaga durasi penyaluran lebih kompetitif dan memberikan kepastian pasokan yang lebih Bagus,” ujar dia.
Dengan Konsentrasi pada kualitas yang konsisten, pelayanan yang responsif, serta pengiriman yang dapat diandalkan BEKA siap berkontribusi Pada penguatan rantai pasok industri kawat baja di Indonesia.
Momentum ini bukan sekadar pembukaan pabrik, melainkan langkah awal BEKA Kepada menghadirkan solusi kawat baja yang konsisten dan bemilai tambah mulai dari mutu produk, dukungan teknis, hingga kepastian pengiriman-sehingga pelanggan dapat menjalankan operasinya dengan lebih efisien dan terukur.
