Menyoroti Tantangan Keputusan di Era Artificial Intelligence

Ilustrasi. Foto: Freepik.


Jakarta: BINUS University mengukuhkan Tuga Mauritsius sebagai Guru Besar Tetap di bidang Decision Support System (DSS). Pengukuhan ini menyoroti tantangan pengambilan keputusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics“, Tuga menyoroti sistem pengambilan keputusan Ketika ini Tetap menghadapi kesenjangan antara hasil analisis data dan implementasi keputusan strategis.

Ia menjelaskan, meskipun teknologi seperti machine learning Bisa menghasilkan prediksi dengan tingkat akurasi tinggi, banyak organisasi Tetap kesulitan menerjemahkan hasil tersebut menjadi keputusan strategis yang Konkret. Menurut dia, pendekatan DSS konvensional Tetap bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa Bisa secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak.

Sebagai solusi, Prof. Tuga memperkenalkan konsep DSS Generasi Baru yang mengintegrasikan tiga pendekatan Primer, yakni predictive analytics melalui machine learning, scenario analysis Buat mengantisipasi berbagai kemungkinan masa depan, serta system dynamics Buat mensimulasikan Pengaruh kebijakan dalam sistem yang kompleks.

Pendekatan ini dirancang Buat membentuk proses pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, mulai dari prediksi hingga rekomendasi kebijakan yang preskriptif.

 



Prof. Drs. Tuga Mauritsius, MSi., PhD. Serempak Jajaran Senat BINUS University & Guru Besar Tamu. Foto: dok BINUS University.

 

Integrasi tiga elemen

Ia menekankan, integrasi ketiga elemen tersebut dapat meningkatkan kualitas analisis, sekaligus memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari setiap kebijakan. Dengan demikian, sistem Kagak Tengah berhenti pada “apa yang akan terjadi”, tetapi berkembang menjadi “apa yang sebaiknya dilakukan” dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Rektor BINUS University, Nelly, menyampaikan pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.

“Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang Bisa menjawab tantangan Mendunia. Kami percaya kontribusi Prof. Tuga akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan aplikatif,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Prof. Tuga juga menekankan pentingnya transformasi dari decision support menuju decision intelligence. Pendekatan ini Kagak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan Hasil karya pembelajaran, memperluas kolaborasi Mendunia, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University Lanjut mendorong lahirnya Bakat unggul yang Bisa menerjemahkan kompleksitas data dan teknologi menjadi keputusan strategis yang berdampak bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *