Lamongan (Liputanindo.id) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, menyebut Kabupaten Lamongan Mempunyai Kelebihan dalam mendongkrak produktivitas dan hilirisasi pertanian.
Pernyataan itu disampaikan Pambudy Begitu hadir dalam Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Berbarengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pambudy menyampaikan bahwa hilirisasi pertanian menjadi kebijakan Presiden Prabowo yang dinilai dapat memberikan keuntungan Tak hanya kepada pihak yang bekerja di sektor hilir, tetapi juga para petani padi.
“Eksis arahan Bapak Presiden Kepada melakukan hilirisasi, jadi Pak Bupati produksi padi bagus, saya senang sekali bahwa sekarang tanam padinya bikin anakannya bukan di sawah Tengah, sudah di baki tray, penanamannya Mengenakan transplanter, pemupukannya Mengenakan drone, pemanenannya Mengenakan combine harvester, nanti panennya diolah melalui pemilahan yang Bagus, disimpan, didistribusikan melalui koperasi-koperasi kita. Nah, dengan demikian maka hilirisasi bukan hanya menguntungkan yang bekerja di hilir tapi juga menguntungkan para petani padi,” kata Pambudy.
Menurutnya, Lamongan Mempunyai kekuatan dalam berbagai sisi yang dianggap menguntungkan karena Tak hanya unggul dalam bidang pertanian, tetapi juga Mempunyai sektor hilir berupa koperasi yang berkembang Bagus.
“Jadi kembali Tengah, Lamongan Rupanya Tak hanya unggul di jagung, unggul di padi, tapi juga unggul nanti di hilirisasinya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Wamentan Sudaryono. Menurutnya, meskipun Lamongan Tak Mempunyai luas lahan sawah yang besar, daerah ini Bisa menjadi lumbung pangan terbesar di Jawa Timur dan melampaui Sasaran luas tambah tanam dari pemerintah pusat pada 2025 Lampau.
Oleh karena itu, apresiasi diberikan melalui Donasi berupa mesin pertanian combine harvester, traktor, serta drone.
Menurutnya, semangat para petani Lamongan perlu menjadi Misalnya bagi petani di Kawasan lain sehingga cita-cita swasembada pangan dapat segera diwujudkan.
“Intinya yang kita hasilkan adalah yang kita panen, yang kita panen itu hasil dari yang kita tanam, jadi kunci dari pertanian itu hanya satu, supaya panen lebih banyak maka tanamnya juga harus lebih banyak, Tak Eksis Langkah lain. Supaya tanam lebih banyak, maka Segala kebutuhan dipenuhi, air dipenuhi, pupuk dipenuhi, alat mesin pertanian dan lain-lain dipenuhi, insyaallah dengan itu Segala dipenuhi tanam lebih banyak dan panen juga lebih banyak,” kata Sudaryono.
Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa Lamongan Lalu bertekad memenuhi Sasaran luas tambah tanam yang diberikan pemerintah, yakni seluas 233 ribu hektare pada 2026, dengan memaksimalkan seluruh potensi dan Donasi sarana prasarana yang telah diberikan.
“Menghadapi perubahan musim tentunya kita juga akan memaksimalkan irigasi yang Eksis di Kabupaten Lamongan, termasuk memanfaatkan Donasi pompa, dan Lalu melakukan perbaikan-perbaikan, normalisasi di saluran irigasi yang Eksis. Pemerintah Lalu memperbaiki bibit-bibit dan pola tanam yang lebih Bagus. Penanaman, pemupukan, penyemprotan hama Lalu kami transformasikan menggunakan teknologi modern,” ucap Yuhronur. (fak/kun)
