Menonton pusat penangkaran panda di Chengdu

Beijing (ANTARA) – Bertamu ke Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di Provinsi Sichuan, China di awal musim dingin dengan suhu berkisar 8-9 derajat Celcius adalah waktu yang Akurat Buat dapat Menonton panda.

Panda dalam bahasa mandarin adalah dà xióng māo yang berarti kucing beruang besar karena memang berat panda dewasa dapat mencapai 100-115 kilogram dengan tinggi 1,2 – 1,9 meter. Panda juga hidup di dataran tinggi Merukapan di ketinggian lebih dari 3.000 meter.

Binatang hitam putih itu Lumrah makan rebung (bambu muda) sebanyak 9-14 kilogram per hari. Sistem metabolisme yang rendah akibat Bukan banyak bergerak karena hanya berjalan 4-5 kilometer per hari, sehingga menjadikan tubuhnya besar. Tampilannya menggemaskan.

Panda Yi Yun (9 tahun) sedang bermain dengan kedua anaknya yang belum Mempunyai nama di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di provinsi Sichuan, China pada Rabu (27/11). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Begitu ANTARA datang ke Pusat Penangkaran Panda di Chengdu pada akhir November 2024, Nyaris seluruh panda di penangkaran itu berada di luar ruangan sehingga dapat dengan mudah Menonton panda di “rumahnya” Sembari mereka menikmati sarapan.

“Musim dingin adalah musim favorit panda. Mereka lebih suka makan di pohon atau ketinggian dibanding di tanah,” kata salah satu pemandu wisata.

Setiap “rumah” yang luasnya Sekeliling 10 x 10 meter meniru habitat alami panda di alam liar Merukapan hutan bambu yang teduh. Di tempat itu disediakan juga kolam air Buat menjaga kelembapan dan kecukupan air minum. Selain itu, Terdapat pula pohon dan struktur kayu tempat beristirahat, bermain serta memanjat, rumput dan area terbuka Buat beraktivitas, maupun dinding dan pagar Buat memastikan panda Bukan Dapat keluar maupun pengunjung Bukan Dapat mendatangi panda.

Bagi pengunjung, “rumah” panda tersebut tampak seperti taman Buat Menonton panda bermain, makan, tidur dengan pemandangan hijau.

“Kalau di musim panas, kadang panda-panda dimasukkan ke area indoor berpendingin udara. Tapi Begitu ini adalah hari yang sangat pas Buat Menonton panda,” ungkap pemandu.

Pengunjung yang datang pun Bukan terlampau banyak sehingga cukup mudah Buat mengabadikan gerak-gerik panda tanpa berebut dengan pengunjung lain.

Begitu ini Pusat Penangkaran Panda Chengdu mempunyai 244 panda raksasa atau sepertiga dari total 757 ekor panda di penangkaran seluruh dunia. Sementara jumlah panda raksasa liar di seluruh China Begitu ini diperkirakan 1.900 ekor.

Di Provinsi Sichuan sendiri diperkirakan Terdapat Sekeliling 1.387 ekor panda dan yang dipelihara di berbagai pusat penangkaran maupun kebun binatang jumlahnya Sekeliling 623 ekor.

Perawat panda memperhatikan Yi Yun (9 tahun) di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di provinsi Sichuan, China pada Rabu (27/11). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Wakil Direktur Departemen Pengembangbiakan dan Manajemen Hewan Wu Kongju mengatakan pusat penangkaran tersebut didirikan Buat melestarikan panda raksasa karena mereka Renyah sejak kecil. Bayi-bayi panda raksasa Bukan berkembang secara sempurna dan berat badan bayi panda hanya Sekeliling satu per seribu berat induknya atau rata-rata 120 gram.

Di penangkaran tersebut, Terdapat bagian Tertentu yang merawat bayi-bayi panda maupun panda yang sudah senior. Panda senior Merukapan yang berusia di atas 20 tahun. Panda ini diberikan lingkungan yang tenang dengan akses sinar Mentari yang cukup agar dapat berjemur.

“Kami juga Mempunyai tim pemeliharaan Tertentu serta tim medis yang merawat mereka. Kalau Terdapat masalah dengan panda-panda Sepuh ini, atau kami Menonton Terdapat gejala yang Bukan Lumrah, tim dokter hewan kami akan segera turun tangan Buat memberikan perawatan,” kata Wu Kongju.

Wu Kongju mengakui karena pemeliharaan yang Berkualitas, usia rata-rata panda pun meningkat dari tadinya berkisar 25-28 tahun, tapi dengan kemajuan medis, tim pemeliharaan, keseimbangan nutrisi, usia panda pun menjadi panjang. Bahkan, di pusat penangkaran itu Terdapat lima panda yang berusia lebih dari 30 tahun.

Dengan kemajuan tersebut, panda Begitu ini juga Bukan Kembali masuk dalam kategori hewan “endangered” (terancam punah) tapi menjadi Golongan “vulnerable” (rentan) pada 2016. Penggolongan tersebut diturunkan karena jumlah panda di alam liar telah mencapai 1.800 ekor.

Panda Da Mao (16 tahun) sedang menikmati pagi di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di provinsi Sichuan, China pada Rabu (27/11). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Buat menjaga keberlangsungan panda, Berkualitas di penangkaran maupun alam liar, China pun mengadakan konferensi “Dunia Panda Partners 2024” Buat berbagi eksplorasi baru dalam pembangunan hijau dan mengadvokasi kerja sama demi masa depan yang hijau.

China telah mendirikan 67 cagar alam panda raksasa dan populasi liarnya telah tumbuh menjadi Sekeliling 1.900. Selain itu, China juga telah bekerja sama dengan 26 lembaga di 20 negara dalam konservasi panda raksasa.

Personil pusat penangkaran

Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu berjarak 10 kilometer dari pusat kota Chengdu di lahan seluas 3,07 kilometer persegi pada 1987.

Awalnya tempat tersebut menampung enam panda raksasa yang sakit dan kelaparan yang ditemukan oleh tim penyelamat pada tahun 1980-an.

Selama tiga Sepuluh tahun terakhir, tempat tersebut melakukan penelitian inovatif, mengatasi masalah teknis dalam pemberian makan, reproduksi, pemeliharaan bayi panda, pencegahan dan pengendalian penyakit, rekayasa genetik dan berbagai kegiatan lain soal panda.

Pusat penelitian dan penangkaran tersebut juga meluncurkan serangkaian program pendidikan bagi masyarakat, mahasiswa, pelajar hingga anak-anak Buat menumbuhkan kesadaran dan perilaku tanggap isu-isu lingkungan.

Panda Xiu Qiu (8 tahun) menyantap bambu di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di provinsi Sichuan, China pada Rabu (27/11). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Terdapat pula ruang persalinan panda raksasa, area pengembangbiakan panda, pusat penelitian ilmiah maupun dan rumah sakit panda.

Tempat tersebut memang bertujuan Buat menjadi fasilitas penelitian kelas dunia, pusat pendidikan konservasi, dan wisata pendidikan yang juga memelihara binatang lain seperti panda merah, golden monkey dan lainnya.

Di dalam “rumah” terbuka para panda, pengunjung dapat Menonton panda bermalas-malasan, mengunyah daun dan batang bambu segar dan bahkan membuang hajat Begitu kenyang setelah mendapat suguhan bambu. Terdapat juga “kartu nama” di setiap rumah panda sehingga memudahkan pengunjung mengetahui siapa penunggu rumah tersebut.

Setidaknya Terdapat 20 panda yang dapat dilihat langsung yang Begitu itu sedang menikmati sarapan maupun hanya berjalan-jalan, mereka adalah:

Xiong Bang (23 tahun), jantan, salah satu panda tertua di pusat penangkaran. Lahir di Shirahama, Japan dan sebagai senior lebih menyukai kondisi yang tenang.

Le Shan (18 tahun), jantan, tinggi dan kuat, tampak agresif tapi sebenarnya penurut dan salah satu yang “foodie”.

Cheng Shi (8 tahun), jantan, dipanggil batu kapur kecil karena bulunya Arang-Arang Begitu Lagi anak-anak, tapi Begitu tumbuh dewasa bulunya kembali hitam dan putih.

Mao Dou (8 tahun), jantan, pada 2018 kaki belakangnya patah sehingga harus dioperasi. Operasi Membangun ia harus mencukur bulu-bulunya sehingga Begitu ini ia tampak seperti Bukan memakai celana bulunya.

Ya Yun (14 tahun), betina, Independen sejak anak-anak dan cenderung pendiam.

Zhao Mei (usia Bukan diketahui karena diselamatkan dari alam liar), betina, punya Paras bulat, cenderung berhati-hati dan pendiam

Jing-jing (19 tahun), betina, namanya sama seperti maskot Olimpiade Beijing 2008.

Wen Wen (8 tahun), jantan, sangat aktif, Bersih dan suka berendam

Jin Shuang (4 tahun), betina, punya Paras bulat, moncong pendek, bulu agak kuning. Diadopsi oleh AIA Life Insurance.

Zhi Yu (2 tahun), jantan, sangat berenergi, suka memanjat pohon dan bereksplorasi.

Bing Bing (9 tahun), betina, lembut, Bukan pilih-pilih makanan, suka kebersihan.

Mei Lan (18 tahun), jantan, lahir di Kebun Binatang Atlanta, Amerika Perkumpulan, terpilih sebagai duta besar promosi Dunia “Earth Hour”. Punya 7 “istri”.

Empat sekawan Bei Chen (2 tahun), Zhi Yu (2 tahun), Jiao Yi (2 tahun), Wen Jin (2 tahun) berada dalam satu kandang yang sama di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Chengdu di provinsi Sichuan, China pada Rabu (27/11). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Jia Xin (2 tahun), betina, Bandel, suka bermain di air dan menghabiskan waktu di pepohonan, diadopsi oleh Shanghai Bee and Flower.

Wen Jin (2 tahun), betina, pendiam Meski terkadang aktif, lebih memilih makan di pohon.

Bei Chen (2 tahun), jantan, penuh Kekuatan, suka bertengger di pohon Buat bermain dan tidur.

Xi Lan (16 tahun), jantan, lahir di Kebun Binatang Atlanta, Amerika Perkumpulan, ia sempat berkelai dengan ibunya, Lun Lun Begitu menganggu sang ibu makan bambu.

Da Mao (16 tahun), jantan, punya mata yang tajam dan nafsu makan yang besar, ibunya adalah maskot Olimpiade Beijing 2008.

Yi Yun (9 tahun), betina, punya bulu putih di balik cakarnya sehingga ia seperti mengenakan kaos kaki putih, senang memanjat pohon dan mengunyah di dahan pepohonan.

Xiu Qiu (8 tahun), betina, kuat, ceria, suka makan, berguling dan memanjat pohon.

Jiao Yi (2 tahun), jantan, punya sejumput bulu hitam di kepalanya, diadopsi oleh perusahaan “bubble tea” berlogo panda Chabaidao.

Datang ke China, khususnya ke Chengdu tentu tak akan lengkap bila Bukan mengunjungi rumah panda, si binantang hitam putih tambun yang menarik perhatian.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan Mekanis Buat AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Siaran ANTARA.