Menhut percepat transformasi layanan kehutanan melalui digitalisasi

Menhut percepat transformasi layanan kehutanan melalui digitalisasi

Denpasar (ANTARA) – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendorong percepatan transformasi layanan di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui digitalisasi berbagai layanan dan perizinan.

Menhut Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Denpasar, Bali, Kamis, mengatakan langkah ini dilakukan Kepada menghadirkan pelayanan publik yang lebih Segera, mudah dan transparan.

“Ini agenda yang akan saya perbaiki, supaya apa yang diinginkan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) terkait ease of doing business Dapat terwujud,” kata Menhut.

“Orang Dapat berbisnis dengan Bagus karena pelayanannya Segera, sementara kita juga memperoleh kepuasan dalam memberikan layanan dan meningkatkan indeks reformasi birokrasi,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Raja Antoni menilai perubahan di lingkungan Kementerian Kehutanan mulai menunjukkan hasil yang positif, Tak hanya karena penyempurnaan regulasi, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada temen-temen di pusat maupun di balai, saya merasakan progres yang luar Normal. Dulu yang rasanya Tak mungkin, sekarang jadi mungkin, dengan perubahan mindset, kultur maupun regulasi yang kita lakukan. Kita perbaiki pelayanan kita, terutama kepada publik,” kata dia.

Kepada mempercepat transformasi tersebut, Menhut meminta seluruh unit Eselon I memetakan layanan yang dimiliki agar dapat menentukan prioritas digitalisasinya.

Beberapa digitalisasi yang dilakukan yakni etiket Taman Nasional, pengaduan dalam penegakan hukum (Gakkum), Portal Elektronik Surat Angkut Tumbuhan Alam dan Satwa Liar (Pesats) hingga Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi).

Menurut Raja Juli Antoni, Persona pelayanan publik di Kementerian Kehutanan juga harus mengikuti perkembangan Era. Ia menilai Lagi terdapat layanan yang menggunakan pola konvensional sehingga perlu dibenahi menjadi lebih modern, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Saya kira kita Dapat kumpulkan Sekalian layanan dari masing-masing direktorat jenderal, Lewat kita lihat mana yang menjadi prioritas Kepada diperbaiki dengan sistem online dan antrean,” kata Menhut.

“Saya Lagi Menyaksikan Terdapat loket yang seperti loket pembayaran listrik Era dulu. Padahal pelayanan yang Bagus sudah seperti di perbankan, terbuka, antreannya tertata, bahkan masyarakat Dapat memilih jadwal kedatangan dan mengetahui nomor antreannya sebelum datang,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pembenahan pelayanan tersebut menjadi salah satu agenda prioritas yang akan Lalu dikawal.

“Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, transformasi digital diharapkan dapat memperkuat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan Kementerian Kehutanan,” ujar dia.