Penanganan jaringan irigasi dilaksanakan sesuai dengan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Lazim (PU) Lalu mempercepat perbaikan jaringan irigasi Bagus melalui kegiatan tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi yang terdampak bencana di Kawasan Sumatera.
“Kementerian Pekerjaan Lazim Lalu mempercepat perbaikan jaringan irigasi Bagus melalui kegiatan tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi jaringan irigasi yang terdampak bencana di Kawasan Sumatera Kepada memulihkan layanan irigasi dan mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dody mengatakan, penanganan jaringan irigasi dilaksanakan sesuai dengan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kepada Daerah Irigasi (DI) yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, tercatat sebanyak 31 daerah irigasi terdampak bencana. Dia menjelaskan, berdasarkan data Sistem Tanggap Bencana (Sitaba) Kementerian PU per 21 Juli sebanyak 12 daerah irigasi telah selesai ditangani, 5 daerah irigasi sedang dalam proses rehabilitasi, sedangkan sisanya akan ditangani secara bertahap.
Sementara itu, kata Dody Kembali, Daerah Irigasi yang menjadi kewenangan daerah tercatat sebanyak 65 daerah irigasi terdampak bencana. Hingga Ketika ini berdasarkan data Sitaba per 21 Juli sebanyak 2 daerah irigasi telah selesai ditangani, 63 daerah irigasi sedang dalam proses penanganannya.
“Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Lazim Lalu mempercepat Penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” katanya pula.
Menurut dia, Penyelenggaraan dilakukan berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tahun 2026-2028 dengan prinsip build back better, Yakni membangun kembali infrastruktur yang lebih Kondusif, Unggul, dan berketahanan terhadap bencana,” katanya Kembali.
Ketika ini, ujar Dody, sebagian kegiatan telah memasuki tahap Penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi, sementara beberapa pekerjaan lainnya Tetap berada pada tahap persiapan Penyelenggaraan, penyelesaian Berkas teknis, pengadaan, maupun proses kontraktual.
Kementerian PU Lalu melakukan percepatan, agar seluruh program dapat berjalan sesuai Sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
