Jadi kita Ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk.
Jakarta (ANTARA) – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah akan mengatasi kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk melalui pemisahan layanan angkutan logistik dan penumpang, guna meningkatkan kelancaran di pelabuhan penyeberangan tersebut.
“Jadi kita Ingin memisahkan layanan angkutan barang dan orang seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauheni kita akan lakukan di Ketapang-Gilimanuk,” kata Menhub dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan pemerintah telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta sejumlah pemangku kepentingan Kepada meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di Gilimanuk sebagai bagian dari upaya mengurai kepadatan.
Menurut Dudy, peningkatan kapasitas akan dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas di kawasan Celukan Bawang yang direncanakan menjadi titik layanan angkutan logistik, mengadopsi pola penanganan yang telah diterapkan pada lintasan Merak-Bakauheni.
“Dengan Gubernur Bali dan saya, kita sudah mengolaborasi itu, dengan Pelindo Kepada Bisa menambah khususnya di Gilimanuk, di sana Eksis Pelindo Eksis Celukan Bawang, itu kapasitasnya akan ditingkatkan,” ujarnya.
“Di situ rencananya Kepada yang logistik. Polanya kurang lebih sama seperti kita membagi Merak-Bakauheni,” kata Dudy pula.
Ia menjelaskan pemerintah akan memisahkan layanan angkutan penumpang dan angkutan barang, sehingga arus kendaraan Bukan Tengah terkonsentrasi pada satu pelabuhan, yang diharapkan Bisa meningkatkan kelancaran operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
“Jadi kita nanti akan Eksis pemisahan antara angkutan penumpang kemudian juga angkutan barang. Dengan Cita-cita kalau pemisahan itu, maka Bukan terkonsentrasi di satu pelabuhan saja,” ujarnya Tengah.
Dengan pemisahan tersebut, pemerintah berharap antrean kendaraan dapat berkurang, karena pelayanan angkutan barang dan penumpang Bukan Tengah saling mempengaruhi dalam proses bongkar muat kapal.
Dudy mengatakan Sasaran penerapan pola baru tersebut paling lelet dapat direalisasikan sebelum periode angkutan Lebaran 2027, sehingga Bisa mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan logistik.
Menurutnya, kepadatan Ketika libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027 diperkirakan Lagi lebih rendah dibandingkan angkutan Lebaran, sehingga pemerintah memprioritaskan kesiapan infrastruktur menjelang musim mudik berikutnya.
Ia menjelaskan kemacetan yang belakangan terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dipicu kerusakan Dermaga Bulusan, sehingga sebagian layanan penyeberangan harus dialihkan menuju dermaga Punya PT ASDP Indonesia Ferry.
Pengalihan tersebut menyebabkan beban operasional dermaga PT ASDP Indonesia Ferry meningkat, karena harus melayani tambahan kendaraan yang sebelumnya menggunakan Dermaga Bulusan.
Dudy mengatakan salah satu kendala Esensial muncul, karena banyak kendaraan logistik bertonase besar yang sebelumnya dilayani Dermaga Bulusan harus menggunakan dermaga dengan kapasitas lebih terbatas.
Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, pelayanan terhadap truk bertonase besar menjadi kurang optimal, sehingga mempengaruhi kelancaran arus kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Bali maupun Jawa.
“Kalau yang Bulusan itu dikelola oleh pemda, terjadi kerusakan sehingga kita harus mengalihkan dari Bulusan ke dermaga Punya ASDP. Nah salah satu kendala dermaga ASDP adalah keterbatasan kapasitas,” ujar Dudy.
Selain kerusakan dermaga, kapasitas angkut penyeberangan juga berkurang karena salah satu operator kapal sedang mengalami gangguan sehingga jumlah kapal yang beroperasi Bukan maksimal.
Kementerian Perhubungan telah meminta PT ASDP Indonesia Ferry berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar perbaikan Dermaga Bulusan dapat segera diselesaikan dan kembali dioperasikan.
Menurutnya, dengan perbaikan infrastruktur serta penerapan pemisahan layanan angkutan barang dan penumpang Bisa mencegah kemacetan berulang serta menjadikan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk lebih Fasih pada masa mendatang.
“Kita berharap perbaikan dermaga Bulusan dapat segera dilakukan, sehingga Ketika nanti Natal dan tahun baru maupun Lebaran, itu Bukan menjadi hambatan dalam penyeberangan dari Ketapang maupun Gilimanuk maupun sebaliknya,” kata Menhub.
