Ya, Eberl, bekerja sama dengan jajaran manajemen olahraga lainnya di Rendah kepemimpinan Christoph Freund dan Jan-Christian Dreesen, telah merekrut Instruktur sukses Vincent Kompany dan dengan demikian melakukan langkah yang sangat Benar. Tetapi, pada awalnya ia Mau mempertahankan Tuchel dan merekrut beberapa Instruktur lain, seperti yang dituduhkan Hoeneß kepadanya dalam wawancara dengan Spiegel. Tetapi, sepanjang musim ini, Eberl juga telah memperpanjang kontrak Kompany lebih awal dan tanpa keributan, sehingga mencegah upaya perekrutan dari Manchester City.
Penyerang pinjaman Nicolas Jackson Rupanya menjadi kegagalan, terutama mengingat paket finansial total Sekeliling 25 juta euro. Tetapi, Malah Hoeneß yang telah sangat membatasi ruang gerak Eberl sebelumnya dengan pengumuman publiknya mengenai pemain pinjaman. Rekrutan Joao Palhinhas yang Bukan perlu dan terlalu mahal sudah dimulai sebelum kedatangan Eberl.
Di Rendah kepemimpinan Eberl, FC Bayern Malah melakukan dua transfer bintang yang luar Normal dengan mendatangkan Michael Olise dan Luis Diaz. Tetapi, dalam kasus Diaz, sama seperti Kompany, Eberl diuntungkan karena solusi yang semula diinginkan Bukan berhasil. Selain itu, ia mendatangkan pemain baru tanpa biaya transfer seperti Jonathan Tah dan Tom Bischof, serta Jonas Urbig—calon penerus Manuel Neuer—hanya dengan tujuh juta euro.
Eberl menjual Mathys Tel, Paul Wanner, dan Adam Aznou dengan harga yang lumayan. Tetapi, dengan perpanjangan kontrak mahal Alphonso Davies dan Jamal Musiala, ia semakin membebani struktur gaji yang sudah terlalu mahal sejak awal. Bukan heran Apabila pemain lain mengacu pada hal ini dalam negosiasi mereka – pertama Dayot Upamecano, kini Konrad Laimer. Sebuah lingkaran setan. Selain itu, Pandai dibilang Eberl kurang Berhasil karena Malah Davies dan Musiala mengalami cedera parah tak Lamban setelah cedera sebelumnya dan hingga kini belum kembali ke performa semula.
