Umat Islam diajak Kepada kembali meneladani ajaran Rasulullah SAW mengenai kemanusiaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap tanah air pada momentum bulan Dzulhijjah. Pesan tersebut disampaikan melalui naskah khutbah Jumat tertanggal 29 Mei 2026 yang dilansir dari madiun.jatimtimes.com.
Tema khutbah kali ini mengangkat spirit kemanusiaan Nabi Muhammad SAW sekaligus pentingnya merawat rasa Kasih kepada negeri sebagai Figur syukur. Melalui materi ini, jemaah diingatkan bahwa menjaga persatuan dan kemaslahatan bangsa Tak bertentangan dengan ajaran Religi Islam.
Kemuliaan bulan Dzulhijjah tercatat dalam kitab Kanzun Najah was Surur karya Al-‘Allamah Syaikh Abdul Hamid karena menjadi waktu Penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, Allah SWT mengabadikan keutamaan sepuluh hari pertama bulan ini dalam Al-Qur’an Surat Al-Fajr ayat 1-2.
“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” kata Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Fajr ayat 1-2.
Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa tafsir malam yang sepuluh tersebut merujuk pada sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Pendapat ini diperkuat oleh Syaikh Muhammad bin Nashiruddin Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i yang menyatakan lafaz tersebut menggunakan bentuk nakirah karena menunjukkan malam paling Penting sepanjang tahun.
Selain keutamaan bulan, naskah khutbah ini juga mengulas hadis riwayat Imam Bukhari mengenai khutbah Rasulullah ﷺ Demi Idul Adha yang menekankan perlindungan terhadap darah, harta, dan kehormatan sesama Orang.
“Hadits dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada umatnya pada hari Idul Kurban. Nabi bersabda: ‘Wahai Orang, hari apakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Hari yang mulia.’ Nabi bertanya Kembali: ‘Negeri apakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Negeri yang mulia.’ Nabi kembali bertanya: ‘Bulan apakah ini?’ Mereka menjawab: ‘Bulan yang mulia.’ Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram dilanggar sebagaimana mulianya hari ini, di negeri ini, dan pada bulan ini.’” sabda Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Imam Bukhari.
Testamen Rasulullah ﷺ tersebut memuat tiga pesan Krusial bagi umat Islam di Indonesia, yakni kewajiban pemimpin membimbing umat, penegasan rasa Kasih tanah air, serta prinsip Islam sebagai Religi damai. Kasih tanah air tercermin dari penggunaan kata balad yang berarti negeri atau desa, serta diperkuat dalam Al-Qur’an Surat Al-Qashash ayat 85.
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an Betul-Betul akan mengembalikan Anda ke tempat kembali (Makkah). Katakanlah: ‘Tuhanku lebih mengetahui siapa yang membawa petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang Konkret.’” firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Qashash ayat 85.
Prinsip Islam sebagai Religi damai dan penjunjung nilai kemanusiaan juga dibuktikan melalui kisah perintah kurban Nabi Ibrahim as kepada Nabi Ismail as yang tertuang dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102.
