BMKG Petakan Area Berpotensi Hujan Lebat Begitu Musim Kemarau Meluas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hujan Tetap berpotensi mengguyur sejumlah Area Indonesia di tengah musim kemarau yang kian meluas akibat pengaruh El Nino. Kondisi atmosfer di Area Indonesia terpantau Tetap Bergerak dengan aktifnya beberapa fenomena yang memicu pertumbuhan Gugusan hujan di beberapa daerah. Fenomena atmosfer yang memicu kondisi tersebut meliputi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta kemunculan sirkulasi siklonik.

Masyarakat diimbau Kepada tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat, petir, hingga angin kencang selama sepekan ke depan.

Dikutip dari Kompas, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat Tetap berpotensi terjadi di berbagai Area pada periode 7-10 Juli 2026. Area yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada periode tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua. Selain itu, BMKG menetapkan status Siaga Kepada Area yang berpotensi menghadapi hujan lebat hingga sangat lebat, Adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sementara itu, peringatan Pagi Kepada potensi angin kencang dikeluarkan bagi Area Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara. Memasuki periode 11-13 Juli 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mulai berkurang dan akan lebih terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia. Kawasan timur yang Tetap berpotensi dilanda hujan sedang meliputi Papua Tengah, Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, sementara Area barat yang Tetap berpotensi adalah Aceh dan Papua Selatan.

Pihak BMKG Lalu mengimbau Anggota agar berkala memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca serta peringatan Pagi Formal yang mereka rilis.

Aktivitas dinamika atmosfer ini ditegaskan Tetap dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara lokal, terutama pada Area-Area yang masuk dalam daftar peringatan Pagi.