Masjid Istiqlal Jakarta Bagikan Materi Khotbah Jumat Terkait Zulhijjah

Masjid Istiqlal Jakarta membagikan materi khotbah Jumat mengenai keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijjah yang disampaikan oleh KH Bukhori Sail Attahiry pada Jumat, 22 Mei 2026. Panduan ibadah di bulan haji tersebut dipublikasikan melalui situs Formal pengelola masjid Buat menjadi Surat keterangan para khatib dan dai.

Penyusunan materi khotbah tersebut bertujuan Buat memotivasi umat Islam agar berlomba-lomba dalam kebaikan. Melalui teks khotbahnya, KH Bukhori Sail Attahiry memaparkan kedudukan istimewa waktu-waktu Akbar ini berdasarkan dalil keagamaan.

“Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Zulhijjah.” Ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah Tak sebaik itu?” Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tak akan sama Apabila dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu.

Penjelasan para ulama menunjukkan bahwa seluruh induk amal kebaikan terkumpul pada sepuluh hari pertama bulan haji tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan umat setara dengan pahala pejuang yang gugur di medan perang.

Umat Islam disunahkan Buat memperbanyak amalan seperti bersedekah, membaca shalawat, berpuasa, dan berqurban. Bagi masyarakat yang Mempunyai kemampuan secara finansial dan fisik, Penyelenggaraan ibadah haji juga menjadi momentum berkumpulnya segala Corak bentuk penghambaan.

“Tak Eksis hari-hari yang lebih Akbar di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari yang sepuluh (10 hari pertama dari Zulhijjah), karenanya perbanyaklah Tahlil, Takbir, dan Tahmid di dalamnya.” sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dalam riwayat Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu.

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah melaksanakan ibadah puasa dari Copot 1 hingga 9 Dzulhijjah. Apabila umat Islam merasa keberatan melaksanakan puasa penuh selama sembilan hari, maka puasa hari Arafah pada Copot 9 Dzulhijjah menjadi amalan Primer yang Tak boleh terlewatkan karena Mempunyai keutamaan menghapus dosa selama dua tahun.