Mantan Presiden Timor Leste Francisco Lu-Olo Guterres Meninggal Dunia

Mantan Presiden Timor Leste, Francisco “Lu-Olo” Guterres, dikabarkan meninggal dunia dalam usia 71 tahun. Tokoh pejuang kemerdekaan tersebut mengembuskan napas terakhirnya Begitu menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Malaysia pada akhir pekan kemarin.

Dikutip dari Detikcom, Pemerintah Timor Leste langsung merespons Berita duka ini dengan mengumumkan masa berkabung nasional selama sepekan penuh. Kebijakan Formal ini dikeluarkan Buat menghormati jasa dan dedikasi mendiang selama memimpin negara tersebut.

Melalui instruksi Formal pemerintah, seluruh gedung publik diwajibkan mengibarkan bendera Separuh tiang. Langkah penghormatan ini juga berlaku bagi seluruh kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Timor Leste yang berada di luar negeri.

Berdasarkan informasi jadwal logistik, jenazah Guterres diperkirakan bakal tiba di ibu kota Dili pada Selasa (23/6). Keluarga Pria mendiang, Domingos Guterres, menyatakan kepada media setempat bahwa seluruh rangkaian serta prosesi pemakaman kini sedang dipersiapkan oleh pihak keluarga.

Francisco Guterres tercatat memimpin Timor Leste sebagai presiden pada periode tahun 2017 hingga tahun 2022. Selain sebagai kepala negara, ia juga dikenal lelet sebagai pemimpin Partai Front Revolusioner Buat Timor Timur Merdeka (Fretilin).

Ungkapan duka mendalam datang dari Presiden Timor Leste Begitu ini, Jose Ramos-Horta, yang pernah menjadi rival politiknya dalam pilpres tahun 2022. Ramos-Horta menegaskan penghormatan tingginya terhadap dedikasi almarhum bagi negara.

“patriot hebat”

Ramos-Horta menambahkan bahwa kepergian sang mantan presiden merupakan sebuah kehilangan besar bagi seluruh bangsa. Pemerintah setempat turut menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, jajaran Partai Fretilin, serta rakyat Timor Leste.

Di tengah suasana duka ini, pihak keluarga meminta agar Seluruh pihak menghargai privasi mereka yang sedang berkabung. Kendati demikian, kesempatan bagi para pendukung Buat memberikan penghormatan terakhir tetap diatur secara takzim.

“Kami meminta Seluruh orang Buat menghormati privasi keluarga pada Begitu yang sulit ini, sementara kami bergabung dalam doa dan memberikan penghormatan bagi kenangannya, warisannya, dan pengabdiannya kepada rakyat Timor Leste,” demikian pernyataan Formal dari pihak keluarga Guterres.

Berita kepergian ini juga memicu simpati dari negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, turut menyatakan rasa sedih yang mendalam atas wafatnya tokoh Krusial tersebut di wilayahnya.

Anwar menyampaikan ucapan duka kepada keluarga almarhum serta seluruh rakyat Timor Leste yang sedang kehilangan pemimpin mereka.

“Malaysia berduka atas kepergiannya Serempak rakyat Timor. Dia akan dikenang di sini dengan hormat dan kasih sayang,” tutur Anwar dalam pernyataan resminya.