Hal ini sama-sama berkaitan dengan Balogun maupun Pepi, Tetapi hasil akhirnya sama: persaingan striker kini tak Kembali terasa seperti persaingan yang sesungguhnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Pepi telah melakukan bagiannya Buat menjaga perbincangan itu tetap hidup. Ia telah mencetak gol di Eredivisie, memberikan momen-momen Krusial bagi timnas AS, dan menunjukkan bahwa ia dapat diandalkan di momen-momen krusial. Tetapi, musim panas ini, Balogun telah menonjol. Penyerang Monaco ini tampil lebih tajam, lebih berbahaya, dan lebih terlibat, dan kini ia menjadi pilihan Istimewa sebagai nomor 9 menjelang babak gugur.
Pepi Lagi Mempunyai momen-momen bagus. Ia tampil luar Normal Ketika melawan Senegal dan berlari keras melawan Australia. Tetapi, ketika ia diturunkan sebagai starter melawan Turkiye, ia terlalu Kagak menonjol. Tim AS memang kesulitan memasukkannya ke dalam alur permainan, ya, tetapi Pepi juga Kagak melakukan cukup banyak hal Buat memaksakan dirinya masuk ke dalam permainan.
Hal itu Kagak membuatnya menjadi pilihan yang Jelek. Itu hanya menjadikannya pilihan kedua. Ketika ini, Balogun tampil lebih Berkualitas, memberikan kontribusi lebih banyak, dan Kagak memberi Mauricio Pochettino Argumen Buat membuka kembali perdebatan tersebut.
