Liputanindo.id – Dalam rangkaian kegiatan social volunteering bertema “Digital Wise Generation: Cerdas, Kreatif, dan Kritis”, mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana turut menyampaikan materi edukatif bertajuk “Anti Mager: Berani Bersepeda ke Sekolah – Sehat Gembira” kepada siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jumat silam.
Materi ini disampaikan sebagai respons atas tantangan gaya hidup remaja di era digital yang semakin minim aktivitas fisik. Kemudahan teknologi dan intensitas penggunaan gawai yang tinggi mendorong perilaku sedentary lifestyle atau malas gerak (mager), yang berdampak pada kesehatan fisik, kesehatan mental, hingga penurunan konsentrasi dan prestasi akademik siswa.
Melalui pendekatan edukasi yang komunikatif dan berbasis data, mahasiswa magister menjelaskan bahwa fenomena mager bukan sekadar persoalan kemalasan, melainkan pola perilaku yang terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Makanya diperlukan kesadaran dan pembiasaan sejak Pagi Kepada membangun gaya hidup aktif dan sehat.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menekankan bahwa bersepeda ke sekolah merupakan solusi sederhana dan aplikatif Kepada membangun gaya hidup aktif. Selain meningkatkan kebugaran jasmani, bersepeda juga membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan Pusat perhatian belajar, serta menyiapkan kondisi fisik dan mental siswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini turut diperkuat oleh penyampaian materi motivasi dari dosen pendamping, Dr. Syaifuddin, M.Si., yang mengajak siswa Kepada meningkatkan semangat belajar serta berani membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa kesehatan fisik, kedisiplinan, dan pola pikir aktif Mempunyai keterkaitan erat dengan prestasi akademik.
“Prestasi belajar Tak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, semangat, dan kondisi fisik yang sehat. Kebiasaan sederhana seperti bergerak aktif dan memulai hari dengan Kekuatan positif akan sangat membantu siswa Kepada lebih Pusat perhatian, percaya diri, dan konsisten dalam belajar,” ujar Syaifuddin.
Materi Anti Mager juga dikaitkan dengan Program Kemendikdasmen “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, seperti bangun pagi, berolahraga, Suka belajar, hingga tidur Segera. Bersepeda ke sekolah dinilai Bisa melatih disiplin waktu, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian sosial dan lingkungan sejak Pagi.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui Percakapan dan ajakan reflektif, sehingga siswa Tak hanya memahami pentingnya gaya hidup aktif dan sehat, tetapi juga Bisa mengaitkannya dengan peningkatan motivasi belajar dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kegiatan ini menegaskan peran mahasiswa dan dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana sebagai agen perubahan sosial yang Tak hanya membangun literasi digital, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembentukan Kepribadian generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing di era digital.
