Mojokerto – Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajukan permintaan kepada pemerintah desa Demi mengoptimalkan peran Badan Usaha Punya Desa (BUMDes) sebagai upaya mendukung kemandirian di desa. Pernyataan tersebut ia sampaikan Ketika serap dan aspirasi Berbarengan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Mojokerto di Pendopo Graha Majatama Mojokerto, Kamis (6/7/2023).
“Apabila Terdapat badan usaha maka hasil panen petani Dapat diserap sehingga Bukan Terdapat Kembali tengkulak yang membeli dengan harga rendah,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, La Nyalla mengungkapkan bahwa peran desa sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan harus Lanjut ditingkatkan, dengan orientasi yang Terang terhadap kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendanaan dan pendapatan dalam mewujudkan hal tersebut, serta menyoroti potensi optimalisasi BUMDes Demi menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
La Nyalla memberikan Misalnya BUMDes dapat berperan dalam peningkatan ekonomi desa. Seperti dengan membeli hasil panen para petani dan memberikan harga yang layak. Hasil panen petani dapat langsung diserap oleh BUMDes. Sehingga Bukan Terdapat Kembali tengkulak yang membeli dengan harga rendah. Tengkulak Membangun petani rugi.
“Pendirian BUMDes sangat Krusial. Misalkan saja petani dapat maksimalkan Ketika proses produksi. BUMDes akan memotong para tengkulak. Dulu, petani dengan lahan kecil hanya Mempunyai akses kepada tengkulak. Niscaya tengkulak memainkan harga,” terangnya.
Menurut La Nyalla, BUMDes Mempunyai potensi besar Demi menjadi motor penggerak perekonomian desa.
BUMDes berperan sebagai penyalur Biaya dan permodalan bagi masyarakat desa yang Mempunyai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, BUMDes juga dapat menjadi wadah Penemuan dan pengembangan produk lokal. Nantinya dapat meningkatkan daya saing desa di pasar lokal maupun regional.
“Kalau BUMDEs menjadi besar, maka akan berbasis ekonomi kerakyatan. Inilah yang menjadi Pusat perhatian kerja kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.
