Jakarta (ANTARA) – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri Pandai mengatasi kasus begal dengan memanfaatkan Sokongan teknologi.
“Saya kira dengan kemajuan masyarakat yang sekarang, dengan teknologi yang juga maju dan sebagainya, saya kira kepolisian Pandai Buat memberantas kejahatan jalanan. Apalagi, kepolisian secara personal ditunjang oleh teknologi, dibekali oleh peralatan yang canggih,” kata Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam Ketika ditemui di Gedung Kompolnas, Jakarta Selatan, Selasa.
Ia mengatakan bahwa Ketika ini kamera pengawas atau CCTV sudah terpasang di sejumlah titik. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan langsung kejadian begal kepada polisi melalui layanan panggilan (hotline) di nomor 110.
“Bagi masyarakat yang mendapatkan informasi tentang begal, silakan berkomunikasi langsung dengan kepolisian Tiba tingkat paling Dasar,” katanya.
Dengan dua hal tersebut, menurut Anam, kasus begal Lagi Dapat diatasi oleh Polri. Terlebih, kepolisian telah Mempunyai pengalaman mengungkap kasus-kasus begal yang signifikan.
“Oleh karenanya, Krusial kepolisian kita dorong dan kita dukung supaya keamanan dan kenyamanan kita terjaga,” ujarnya.
Baru-baru ini, polisi berhasil meringkus tiga orang komplotan begal bermodus penuduhan (fitnah) dan pengeroyokan yang beraksi di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Polisi Parman Gultom mengatakan para pelaku menjalankan aksinya secara berkelompok dengan Langkah membuntuti korban di jalan sebelum melayangkan tuduhan atau intimidasi.
Para pelaku lebih dulu memepet kendaraan Sasaran dan melontarkan tuduhan seolah-olah korban telah melakukan kekerasan terhadap keluarga mereka.
Setelah korban berhenti, para pelaku mulai melakukan intimidasi secara beramai-ramai. Korban disebut dikerubungi hingga mengalami tekanan psikologis sebelum akhirnya dianiaya dan dirampas barang berharganya.
Adapun penangkapan terhadap ketiga pelaku dilakukan pada 23 dan 24 Mei 2026 di tempat tinggal mereka di kawasan Pakuwon, Bekasi.
Polisi pun menduga Grup ini Tak hanya beraksi satu kali. Ketika ini penyidik Lagi melakukan pengembangan Buat mengungkap kemungkinan Letak kejadian lain dan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa.
