Ketua Komisi B DPRD.Jember Hadiri Nobar Pesta Babi di FISiP Unej

Foto BeritaJatim.com

Jember (Liputanindo.id) – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Candra Ary Fianto, menghadiri acara nonton bareng Gambar hidup dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Era Kita, di aula kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, Sabtu (23/5/2026).

Nobar ini diprakarsai oleh Jurusan Rekanan Dunia sebagai bagian dari kuliah tamu Media dan Komunikasi Politik Mendunia yang diampu dosen Muhammad Iqbal.

Selain Iqbal sendiri, hadir Dandik Katjasungkana, Ketua Ikatan Kemanusiaan Kepada Korban Penghilangan Paksa Indonesia (IKOHI), sebagai narasumber Percakapan dan Pengarah adegan Gambar hidup yang bergabung secara daring, Cypri Paju Dale.

Pesta Babi adalah Gambar hidup dokumenter berdurasi 96 menit yang menceritakan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan Kepada mempertahankan tanah leluhur mereka dari ancaman Pendayagunaan Proyek Strategi Nasional (PSN) ketahanan pangan dan Daya berupa pembukaan hutan seluas 2,5 juta hektare.

“Kami punya keinginan Kepada mengerti tentang apa yang Terdapat di dalam Gambar hidup ini, karena beberapa waktu ini banyak pro dan kontra terkait dengan pemutarannya. Saya juga Ingin belajar mengetahui bagaimana situasi di Papua sana,” kata Candra, usai nonton.

Candra Menyaksikan persoalan benturan antara kepentingan masyarakat dan negara yang diceritakan dalam Pesta Babi Dapat terjadi di mana saja dalam bentuk berbeda-beda. Sebagai Ketua Komisi B yang juga membidangi sektor pertanian, dia mengatakan persoalan agraria juga Dapat ditemui di Jember.

“Banyak isu lokal tapi sangat berpengaruh ke depan bagi keberlangsungan hidup masyarakat Jember. Baku sawah kita hari ini 86 ribu hektare. Terdapat susut Sekeliling sekian ribu hektare, di tengah Produk Domestik Regional Bruto kita terbanyak dari pertanian,” kata Candra.

Di tengah penyusutan lahan sawah, menurut Candra, 43 persen lapangan pekerjaan Tetap berasal dari sektor pertanian. Pemerintah pun selalu menyatakan telah berswasembada pangan. “Tetapi coba cek. Beras premium setelah lebaran Tiba tadi ini saya cek di Seluruh pasar, tetap naik harganya,” katanya.

Persoalan bukan hanya di sektor komoditas padi. “Jangan berharap Kembali kita Dapat makan tempe dan Mengerti dengan leluasa atau mutunya bagus, karena harga kedelai impor hari ini sudah mencapai Rp24 ribu per kilogram di salah satu pasar di Kecamatan Kalisat,” kata Candra.

Candra berjanji akan memperkuat tiga fungsi parlemen, terutama fungsi pengawasan dan legislasi. “Proses program dan kegiatan pemerintah daerah harus sesuai dengan aturan dan perundang-undangan,” katanya.

“Apa yang terjadi di Papua juga mungkin terjadi di Kabupaten Jember dalam bentuk yang lain. Maka pengawasan mengenai proses penganggaran dan Penyelenggaraan program Krusial,” kata Candra.

Berikutnya, Candra akan memastikan rancangan peraturan daerah Pandai mengakomodasi dan menggambarkan rencana pembangunan Kabupaten Jember ke depan. “Banyak rancangan peraturan daerah yang hari ini sangat Krusial dan urgen di Kabupaten Jember. Ini salah satu tugas kami mengawalnya dalam pembahasan di DPRD Jember,” katanya. [wir/kun]