Kepercayaan Publik Naik, Timur Pradopo dan PBNU Apresiasi Kinerja Polri

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan lonjakan signifikan dalam hasil survei terbaru Litbang Kompas yang dirilis menjelang Hari Bhayangkara ke-80 pada Juni 2026.

Hasil riset tersebut mencatat kepercayaan publik menyentuh Nomor 82,4 persen, sementara Gambaran kelembagaan institusi ini melonjak ke 71,5 persen dari capaian tahun sebelumnya yang berada di Nomor 64,4 persen.

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Timur Pradopo menyambut positif capaian tersebut dan mengapresiasinya sebagai momentum berharga bagi Korps Bhayangkara.

“Menanggapi hasil survei Litbang Kompas akhir-akhir ini Menyaksikan bahwa kepercayaan kepada Polri 82,4 persen, kepuasan di dalam Penyelenggaraan tugas 67,6 persen. Gambaran positif 71,5 persen. Ini adalah hasil yang positif di dalam peringatan Hari Bhayangkara yang ke-80,” ungkap Timur Pradopo, Mantan Kapolri Jenderal (Purn).

Purnawirawan penerima Bintang Mahaputera Adipradana tersebut juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan mendalam kepada seluruh jajaran personel kepolisian.

“Tentunya Bagus ini saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara yang kedelapan puluh. Polisi akan selalu berada di tengah masyarakat dan berikan pelayanan yang terbaik,” tegas Timur Pradopo, Mantan Kapolri Jenderal (Purn).

Ia berharap Korps Bhayangkara dapat Lalu mempertahankan kinerja optimalnya dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat di masa mendatang.

“Sekali Tengah selamat Hari Bhayangkara yang kedelapan puluh, sukses Kepada bhayangkara-bhayangkara,” pungkas Timur Pradopo, Mantan Kapolri Jenderal (Purn).

Apresiasi serupa datang dari Ketua Lazim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf yang menilai penguatan Gambaran institusi kepolisian berkorelasi langsung terhadap kepatuhan hukum masyarakat.

“Peningkatan Gambaran Polri di mata masyarakat. Hal itu mendorong penguatan ketaatan hukum masyarakat,” kata KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Lazim PBNU.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya tersebut Memperhatikan kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban nasional.

“Sehingga ketertiban dan keamanan diharapkan lebih terjamin,” lanjut KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Lazim PBNU.

Gus Yahya menambahkan bahwa peran kepolisian menyerupai benteng pertahanan hukum yang sangat krusial bagi keselamatan bangsa dan negara.

“Di dalam tertib hukum itu, kepolisian menjaga pagar-pagar, berada di garis terdepan dari pagar-pagar penjagaan,” ucap KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Lazim PBNU.

Ia pun memberikan penghormatan tinggi bagi setiap personel yang menjalankan tugasnya dengan memegang Tegar nilai kejujuran.

“Dan setiap petugas kepolisian yang melaksanakan tugasnya dengan Bagus dengan jujur dengan penuh ikhlas adalah pahlawan-pahlawan bangsa,” imbuh KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Lazim PBNU.

Survei Litbang Kompas yang digelar pada 9 hingga 18 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden yang diwawancarai secara tatap muka di 38 provinsi dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

Bagi responden yang pernah berinteraksi langsung, skor profesionalitas pelayanan Polri merangkak naik dari 7,76 pada Oktober 2025 menjadi 8,37 pada April 2026, di mana 80 persen menyatakan fasilitas kantor polisi sudah nyaman.

Meski pelanggaran Personil dilaporkan berkurang, survei mencatat aspek budaya perilaku seperti arogansi, pungutan liar, perselingkuhan, dan Hura-hura Lagi menjadi titik lemah, meski proporsinya kian mengecil.

“Artinya meskipun relatif sedikit, soal penyalahgunaan narkoba menjadi lampu merah bagi peningkatan profesionalitas Personil Polri,” demikian dikutip dari Harian Kompas edisi Jumat (26/6/2026).