Kepala Bapanas kawal ketat HAP telur ayam ras demi lindungi peternak

Kepala Bapanas kawal ketat HAP telur ayam ras demi lindungi peternak

Kami sudah mengambil beberapa kebijakan agar kita Dapat lindungi peternak telur agar jangan Tamat merugi

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya mengawal ketat Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras guna melindungi peternak, menjaga keseimbangan pasar, dan memastikan stabilitas harga nasional.

“Kami sudah mengambil beberapa kebijakan agar kita Dapat lindungi peternak telur agar jangan Tamat merugi,” kata Amran sebagaimana pernyataan di Jakarta, Rabu.

HAP telur ayam ras tingkat peternak berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram (kg).

Penetpan itu dipastikan beriringan dengan pengawasan ketat pemerintah Serempak Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri).

Oleh karena itu, lanjut Amran, demi melindungi peternak telur domestik dari kerugian yang lebih dalam, pemerintah melalui Bapanas akan mengawal secara kolaboratif terhadap implementasi HAP telur ayam ras di tingkat peternak.

Amran meminta kepada seluruh pengumpul dan pembeli telur agar sesuai HAP yakni Rp26.500 per kilogram.

Penegakan HAP telur ayam ras di tingkat peternak itu sangat Krusial Demi menjaga kepentingan peternak dalam negeri dan keberlanjutan produksi telur nasional.

Amran memastikan akan melayangkan surat imbauan kepada seluruh peternak Demi sama-sama menaati HAP Rp26.500 per kg tersebut.

Tak hanya itu, dorongan penyerapan telur ayam ras peternak melalui program strategis pemerintah yang dikelola Badan Gizi Nasional, Yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sudah dipastikan. Peningkatan intensitas menu dengan telur dalam MBG akan Lalu ditingkatkan.

Amran mengaku telah menghubungi Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang yang langsung menyanggupi Demi konsisten menyerap telur peternak. Dengan langkah penyerapan telur Demi MBG optimis dapat segera memulihkan harga peternak telur.

Sebelumnya Bapanas turut mendukung percepatan penyerapan telur Demi MBG di Jawa Timur. Melalui penerapan menu telur sebanyak tiga kali dalam seminggu, diperkirakan Pandai menyerap Sekeliling 8 Tamat 10 persen produksi telur di Jawa Timur.

BGN melaporkan Demi Perkiraan kebutuhan telur Demi 22 kabupaten/kota di Jawa Timur yang terdiri dari 2.501 penerima manfaat dibutuhkan Sekeliling 170 kg per unit atau setara dengan total kurang lebih 16 ton telur Demi kebutuhan selama 2 minggu.

Spesifik Kabupaten Blitar, implementasi menu telur 3 kali seminggu membutuhkan pasokan hingga 49 ton telur per minggu.

Selanjutnya, Bapanas Serempak BGN juga akan melakukan pemetaan daerah surplus dan defisit di seluruh Indonesia. Ini dibutuhkan agar BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjadi penyerap hasil petani/peternak pangan di daerah tersebut.