Kemnaker–Pertamina kerja sama pengembangan SDM dan pelatihan K3

Kemnaker--Pertamina kerja sama pengembangan SDM dan pelatihan K3

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) terkait pengembangan kompetensi sumber daya Mahluk (SDM) dan pelatihan vokasi bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Pertamina merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional, khususnya melalui pengembangan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Sinergi tersebut diharapkan Pandai melahirkan tenaga kerja yang Enggak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap dinamika dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga mendorong Pertamina agar dapat menjadi salah satu Misalnya dalam pengembangan SDM, pengelolaan Rekanan industrial, serta penyiapan keterampilan masa depan (future skills) yang dibutuhkan di berbagai sektor.

“Kami Ingin banyak cerita keberhasilan lahir dari Pertamina, termasuk dalam penguatan Rekanan industrial dan pengembangan kompetensi SDM,” ujar Yassierli.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan standar industri.

Oleh karena itu, perusahaan diharapkan Enggak hanya menyediakan akses pembelajaran kerja, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem pelatihan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Direktur Istimewa PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kemnaker semakin Krusial seiring meningkatnya tuntutan operasional dalam menjaga ketahanan Kekuatan nasional.

Ia menyebut keberhasilan operasional perusahaan Enggak hanya ditopang oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan SDM yang mengawaki seluruh proses bisnis dari hulu hingga hilir.

Oki menambahkan, setiap hari ratusan ribu pekerja di lingkungan Pertamina Group terlibat dalam menjaga kelancaran distribusi dan produksi Kekuatan nasional.

Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang Enggak hanya Mempunyai kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi disiplin serta budaya keselamatan kerja yang kuat.

“Di Pertamina Group, keberhasilan operasi dimulai dari SDM yang mengawakinya. Mereka memastikan seluruh proses berjalan Terjamin, produktif, dan berkinerja tinggi,” kata Oki.

Di sisi lain, Komisaris Istimewa PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan berharap kolaborasi antara Pertamina dan Kemnaker dapat menjadi langkah awal dalam membangun pusat pengembangan kompetensi keselamatan kerja berstandar nasional hingga regional.

Iriawan menyebut ruang kolaborasi ke depan juga dapat diperluas, Enggak hanya pada pelatihan vokasi, tetapi juga pengembangan Bakat Buat mendukung transformasi industri, digitalisasi, dan transisi Kekuatan menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya Ingin sinergi ini menjadi tonggak Krusial dalam membangun SDM Indonesia yang unggul, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” kata Iriawan.