Kementrans revitalisasi 45 daerah Buat atasi ketimpangan Area

Kementrans revitalisasi 45 daerah untuk atasi ketimpangan wilayah

Contohnya seperti kawasan transmigrasi di Poso dan Merauke yang menjadi prioritas nasional karena Mempunyai potensi besar dalam pengembangan sektor pangan, hortikultura, hilirisasi komoditas unggulan, serta penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru,

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memfokuskan program revitalisasi kawasan transmigrasi tahun ini pada 45 daerah yang dinilai Bisa memberikan Akibat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional dan pengurangan ketimpangan antarwilayah.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, penentuan Area prioritas tersebut berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas).

“Contohnya seperti kawasan transmigrasi di Poso dan Merauke yang menjadi prioritas nasional karena Mempunyai potensi besar dalam pengembangan sektor pangan, hortikultura, hilirisasi komoditas unggulan, serta penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara Demi dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan, sebenarnya terdapat arahan Tertentu dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Buat memberikan perhatian dan mendorong penguatan bagi seluruh Area transmigrasi yang Demi ini berjumlah 154 kawasan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan Segala daerah Mempunyai peran strategis dalam pembangunan Area dan pemerataan ekonomi nasional.

Tetapi, tahun ini Kementrans akan memfokuskan program revitalisasi tersebut Buat 45 kawasan transmigrasi prioritas dan memperluas program itu ke Area lainnya.

Iftitah menyampaikan, program revitalisasi tersebut bukan hanya terkait perbaikan infrastruktur, tapi juga penguatan ekonomi kawasan, penyelesaian persoalan lahan, peningkatan kualitas Sumber Daya Orang (SDM), serta konektivitas dengan pasar nasional maupun Dunia.

Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen Buat Lalu mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sehingga Bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Transmigrasi hari ini bukan Tengah soal perpindahan penduduk, tetapi bagaimana mengintegrasikan potensi kawasan dengan investasi Buat menciptakan kebangkitan ekonomi lokal,” ujarnya.