Kemenhaj Larang Jemaah City Tour Jelang Puncak Haji Armuzna

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan instruksi tegas bagi jemaah haji Demi membatasi aktivitas fisik menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu poin Primer adalah Pelarangan bagi jemaah Demi melakukan perjalanan wisata kota atau city tour.

Dilansir dari Detikcom, kebijakan ini diambil Demi memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap prima sebelum memasuki rangkaian ibadah yang paling menguras Kekuatan. Pelarangan tersebut mencakup agenda city tour, mengajak jemaah ziarah ke luar Distrik Makkah atau Madinah, serta kegiatan lain di luar kepentingan ibadah Primer.

Pihak kementerian mengidentifikasi sejumlah risiko Kalau jemaah tetap memaksakan aktivitas di luar hotel. Beberapa di antaranya adalah kelelahan fisik yang ekstrem, penurunan kondisi kesehatan secara drastis, hingga risiko terganggunya kekhusyukan dan Pusat perhatian selama Penyelenggaraan puncak haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menekankan bahwa kesiapan fisik merupakan fondasi Primer agar seluruh rangkaian rukun haji dapat berjalan optimal. Ia mengingatkan jemaah Demi mulai melakukan manajemen Kekuatan secara bijak sejak Pagi.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah Demi mulai menghemat Kekuatan dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang Enggak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima Begitu memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Selain imbauan internal, Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyusun skenario mitigasi Demi menangani kepadatan pergerakan jemaah. Pusat perhatian Primer pengamanan jalur berada pada rute Arafah menuju Muzdalifah serta pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina.

Panduan Kesehatan bagi Jemaah

Jemaah haji sangat disarankan Demi memperbanyak waktu istirahat dan membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama Begitu siang hari ketika suhu udara mencapai puncaknya. Kecukupan asupan cairan dan pola makan yang teratur menjadi kunci Primer menghindari Kekurangan air.

Bagi Golongan rentan seperti jemaah lansia, penyandang disabilitas, atau mereka dengan penyakit penyerta, koordinasi dengan petugas kesehatan sangat diutamakan. Jemaah diminta segera melapor kepada ketua regu atau petugas sektor Kalau merasakan keluhan kesehatan sekecil apa pun.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan Berkualitas,” lanjut Maria.

Penggunaan alat pelindung diri sederhana juga menjadi rekomendasi Formal Demi menghadapi cuaca panas di Arab Saudi. Jemaah diharapkan selalu sedia payung, alas kaki yang nyaman, serta masker guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem.