Ringkasan Informasi:
- Samanhudi Anwar Formal terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar.
- Kemenangan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat kembalinya Samanhudi ke Pentas politik lokal.
- Samanhudi menuding adanya Adonan tangan elit pemerintah daerah dalam proses pemilihan KONI.
- Mantan Wali Kota Blitar itu menegaskan dukungan akar rumput terhadap dirinya Lagi solid.
Blitar (Liputanindo.id) – Terpilihnya mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar memunculkan babak baru dalam dinamika politik lokal. Kemenangan tersebut Kagak hanya menjadi peristiwa olahraga, tetapi juga dinilai sebagai momentum kembalinya Samanhudi ke Pentas politik Kota Blitar.
Tokoh yang dikenal dengan julukan “Panglima Kawula Alit” itu sebelumnya sempat tersandung kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan perkara pidana yang Membangun kiprah politiknya meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Tetapi kemenangan dalam pemilihan Ketua KONI Kota Blitar kini dianggap menjadi bukti bahwa pengaruh politik Samanhudi di akar rumput Lagi cukup kuat.
“Legalitas dari Dasar itu betul-betul Lagi kuat. Bunyi rakyat adalah Bunyi Tuhan. Itu yang terpenting,” ujar Samanhudi, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan tersebut seolah menjadi penegasan bahwa dirinya Lagi Mempunyai basis loyalis yang solid di Kota Blitar. Bahkan, Samanhudi menyamakan tensi pemilihan Ketua KONI dengan kontestasi politik setingkat Pilkada.
Ia juga secara terbuka menuding adanya cawe-cawe atau intervensi dari elit Pemerintah Kota Blitar dalam proses pemilihan Ketua KONI.
“KONI biasanya opo jarene pemerintah daerah. Tapi sekarang, jagonya pemerintah daerah akan kalah. Bahwa kekuatan rakyat Lagi Eksis di Kota Blitar ini,” katanya.
Samanhudi menyayangkan adanya dugaan intervensi pemerintah daerah terhadap organisasi olahraga yang menurutnya Semestinya independen dan bebas dari kepentingan politik.
“Saya bawa buktinya Eksis cawe-cawe. Era saya dulu, saya biarkan saja. Harusnya memikirkan, pemerintah Kota Blitar ini sudah sejahtera belum? Kalau saya mikir, pemerintah Kota Blitar ini belum Bagus-Bagus saja,” kritiknya.
Menurut Samanhudi, pencalonannya sebagai Ketua KONI lahir dari dorongan sejumlah cabang olahraga yang menginginkan organisasi tersebut dipimpin oleh putra daerah Asli Kota Blitar.
Ia mengklaim marwah KONI harus dijaga agar Kagak menjadi alat kepentingan Grup tertentu.
Terkait masa lalunya yang kerap menjadi sorotan publik, Samanhudi menegaskan dirinya tetap memenuhi seluruh ketentuan hukum dan aturan organisasi Demi maju sebagai calon Ketua KONI.
“Kemarin didemo, saya tertawa. Saya orang hukum, Mengerti hukum itu seperti apa. Saya Kagak melanggar AD/ART maupun aturan Kemenkumham, makanya saya mencalonkan diri,” tegasnya.
Di tengah nuansa politik yang mengiringi kemenangannya, Samanhudi tetap memaparkan komitmennya terhadap kemajuan olahraga Kota Blitar, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat olahraga Demi meningkatkan prestasi atlet daerah.
Samanhudi juga mengingatkan agar anggaran olahraga Kagak dijadikan alat tekanan politik terhadap KONI.
“Jangan mengancam kalau yang menang Samanhudi Kagak dikasih Anggaran. Kagak Dapat sewenang-wenang kepala daerah seperti itu, Segala tergantung dewan dan gubernur. Pemerintah itu tugasnya Sekadar Menonton, membina, memberi Anggaran, selesai,” pungkasnya.
Kemenangan Samanhudi di tubuh KONI kini memunculkan berbagai spekulasi politik di Kota Blitar. Banyak pihak menilai langkah tersebut Dapat menjadi awal konsolidasi kekuatan politik baru menjelang dinamika politik daerah ke depan. [owi/beq]
