SERANG – Dewa United Banten FC memang berhasil mengamankan tiga poin penuh usai menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 di Stadion Dunia Banten, Jumat (3/4/2026) kemarin. Tetapi, kemenangan tersebut menyisakan rasa pahit bagi sang juru taktik, Jan Olde Riekerink.
Alih-alih merayakan hasil positif di pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 tersebut, Instruktur asal Belanda ini Bahkan meluapkan keresahannya terhadap kualitas permainan anak asuhnya yang dianggap jauh di Dasar standar.
Di Ketika publik sepak bola Indonesia sering kali mendewakan hasil akhir, Riekerink Bahkan menunjukkan perspektif berbeda. Baginya, kemenangan yang diraih lewat eksekusi penalti Alex Martins pada menit ke-62 itu Enggak cukup Demi menutupi minimnya Penguasaan tim di lapangan.
“Apabila saya Memperhatikan penampilan kami hari ini, hati sepak bola saya sedikit menangis karena saya Mengerti seberapa Berkualitas kami Dapat bermain,” ujar Riekerink dalam sesi konferensi pers usai laga.
Ia menyindir fenomena ‘asal menang’ yang sering ia dengar dari bangku penonton. Menurut Instruktur berlisensi UEFA Pro ini, sepak bola bukan sekadar mengamankan tiga poin, melainkan tentang standar permainan dan hiburan bagi publik.
Keresahan Riekerink bukan tanpa Dalih. Tanpa kehadiran empat pilar kunci—Edo Febriansah, Ricky Kambuaya, Noah, dan Damion Lowe— yang sedang membela timnas Jamaika, Dewa United tampak kehilangan kendali, terutama di sektor tengah.
Lebih lanjut mantan Instruktur Galatasaray ini menegaskan bahwa meskipun menang dengan performa Enggak baik adalah hal Normal dalam sepak bola, ia menolak menjadikannya kebiasaan di Dewa United.
“Itu (menang dengan Metode seperti ini) adalah salah satu Metode Demi memenangkan pertandingan, tetapi itu bukan Metode saya,” tegasnya.
Meski tetap memuji semangat juang dan soliditas ruang ganti, Riekerink berjanji akan melakukan Pengkajian total. Dengan delapan pertandingan tersisa di musim ini, ia menuntut Banten Warriors Demi kembali ke identitas permainan mereka yang dominan dan atraktif, bukan sekadar menang karena Unsur keberuntungan atau situasi bola Wafat. ***
