Lamongan (Liputanindo.id) – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lamongan menggelar pelatihan kader pendamping korban kekerasan terhadap Perempuan dan anak, di Aula PC Fatayat NU Lamongan.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya Insan (SDM) kader Fatayat NU, dalam melakukan pendampingan dan penanganan kasus secara Segera dan Betul.
Wakil Ketua PCNU Lamongan, Basir, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Fatayat NU Lamongan, yang dinilai konsisten dan total dalam mendampingi Grup rentan, khususnya Perempuan dan anak.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PC Fatayat NU Lamongan yang Lalu menunjukkan dedikasi dalam mendampingi Perempuan dan anak yang rentan. Ini adalah kerja Konkret yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Basir, Minggu (19/4/2026).
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kader pendamping di tingkat cabang hingga ranting.
“Kekerasan pada Perempuan dan anak Lagi menjadi musuh Berbarengan yang harus kita Rival. Pelatihan ini diharapkan Bisa melahirkan kader pendamping yang Enggak hanya paham secara teori, tapi juga sigap dalam praktik di lapangan,” kata Dewi.
Lebih lanjut Dewi menyampaikan, salah satu Cita-cita Istimewa dari pelatihan ini adalah, agar para kader Mempunyai keterampilan dasar, dalam melakukan skrining atau deteksi Awal terhadap kasus kekerasan.
“Kader pendamping harus dibekali kemampuan skrining deteksi Awal, sehingga dapat mengenali tanda-tanda kekerasan sejak awal dan memberikan pertolongan pertama secara Segera dan Betul sebelum ditangani lebih lanjut oleh pihak berwenang,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan penguatan materi dari berbagai narasumber lintas sektor. Di antaranya dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lamongan, dr. Aini Mas’idha, kemudian psikolog, Lembaga Sokongan Hukum (LBH), serta aktivis Perempuan.
“Kolaborasi ini memberikan perspektif komprehensif mulai dari aspek hukum, psikologis, hingga kebijakan dalam penanganan kasus kekerasan,” tuturnya.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Area PC Fatayat NU Lamongan. Para peserta dibekali berbagai materi terkait pendampingan korban, penanganan awal kasus, hingga penguatan perspektif perlindungan Perempuan dan anak.
Sebagai tindak lanjut, peserta yang dinyatakan lolos pelatihan akan dikukuhkan secara Formal pada 24 April 2026. Momentum tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU.
“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LKP3A Fatayat NU PC Fatayat NU Lamongan dan Bidang Advokasi PC Fatayat NU Lamongan. Ke depan, organisasi ini menargetkan terbentuknya program One Ranting One Kader Pendamping,” ucapnya.
Lebih oanjut Dewi menjelaskan, program tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap ranting Mempunyai minimal satu kader pendamping yang siap memberikan respons Segera, ketika terjadi kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.
“Dengan adanya kader pendamping di setiap ranting, diharapkan penanganan awal kasus dapat dilakukan lebih Segera, Betul, dan terkoordinasi, sekaligus memperkuat jaringan perlindungan berbasis masyarakat di Kabupaten Lamongan,” kata Dewi. (fak/aje)
