Jakarta (ANTARA) – Kejaksaan Akbar membentuk Adhyaksa Chambers, sebuah tempat Spesifik yang akan menjadi ruang mediasi, arbitrase, dan konsiliasi sengketa nonpengadilan bagi sektor publik nasional.
“Adhyaksa Chambers merupakan suatu fasilitas fisik yang dikelola oleh Kejaksaan RI sekaligus berfungsi sebagai Perhimpunan penyelesaian sengketa Demi memperkuat kapasitas negara dalam mengelola penyelesaian sengketa sektor publik secara tertib, profesional, dan terukur,” kata Jaksa Akbar ST Burhanuddin dalam acara Revitalisasi Gedung Adhyaksa Chambers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu.
Ia mengatakan bahwa sengketa Bisa saja terjadi dalam Penyelenggaraan proyek strategis, investasi, kontrak pemerintah, pengelolaan aset negara, kerja sama Global, serta Rekanan hukum antara pemerintah dan badan usaha.
Kejaksaan, kata Jaksa Akbar, harus memastikan agar sengketa tersebut Bukan berkembang menjadi hambatan pembangunan dan menimbulkan ketidakpastian yang berkepanjangan.
Selain itu, Kejaksaan juga harus mewaspadai agar sengketa Bukan mengurangi perlindungan terhadap kepentingan hukum negara.
Oleh karena itu, negara memerlukan ruang dan manajemen penyelesaian sengketa yang kredibel. Upaya itu sebagai bagian dari fungsi hukum yang bersifat preventif dan strategis.
“Ruang tersebut harus Bisa mendukung mediasi, konsiliasi, negosiasi, arbitrase, pengelolaan perkara, serta hearing sehingga proses penyelesaian sengketa dapat berlangsung secara efektif, terukur, adaptif terhadap perkembangan kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Adhyaksa Chambers bukan lembaga pemutus perkara, melainkan pusat pelayanan, koordinasi, dan dukungan penyelesaian sengketa.
“Berperan bukan sebagai pihak yang menangani atau memutus perkara, melainkan sebagai penyedia ruang, fasilitas, dukungan teknis, mulai proses penyelesaian sengketa berlangsung secara efektif, tertib, dan terjaga kerahasiaannya,” ucapnya.
Pemimpin Korps Adhyaksa itu mengajak kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, serta pemangku kepentingan strategis lainnya Demi memanfaatkan Adhyaksa Chambers dalam menyelesaikan sengketa.
“Jadi, alangkah bahagianya Mitra-Mitra, hari ini kami didatangi oleh Mitra-Mitra di BUMN dan tolong nanti gunakanlah tempat ini, ya,” katanya.
