Sebanyak delapan kasus penularan hantavirus dilaporkan terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sebagaimana dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dilansir dari Detik iNET pada Minggu (10/5/2026).
Penyebaran virus yang ditularkan melalui kontak dengan kotoran tikus ini memicu kehebohan di media sosial setelah netizen mengaitkan peristiwa tersebut dengan plot Sinema The X-Files: Fight the Future tahun 1998. Cuplikan Sinema tersebut viral karena menggambarkan konspirasi wabah hantavirus yang didalangi pemerintah.
“Wabah Kepada mengakhiri Segala wabah, senjata sunyi Kepada perang yang senyap,” kata si informan dalam adegan Sinema tersebut.
Reaksi publik di Amerika Perkumpulan bermunculan melalui berbagai komentar di media sosial yang menyoroti kemiripan cerita fiksi tersebut dengan realitas Demi ini. Pengguna media sosial memberikan Berbagai Jenis tanggapan atas viralnya potongan klip yang telah mendapatkan ratusan ribu tanda suka tersebut.
“Sudah dibilang kita hidup di dunia X Files,” kata @liquidfox491.
Narasi mengenai kebenaran dalam fiksi juga menjadi sorotan para pengguna internet yang mengenang kembali masa penayangan Sinema tersebut di bioskop.
“Saya Tetap ingat ketika Sinema ini dan The Matrix itu Sekadar cerita fiksi,” kata @LUXE_eth.
Kecurigaan terhadap latar belakang penulisan naskah Sinema tersebut juga dilontarkan oleh netizen lain di platform digital.
“Ini yang menulis naskahnya CIA? Agak mencurigakan,” kata @PeoriaLabs.
Beberapa penonton Pelan bahkan mengaku melakukan peninjauan ulang terhadap serial Terkenal garapan Chris Carter itu setelah Informasi wabah ini mencuat.
“Tadi malam saya jadi menonton ulang serial X Files Tengah. Saya dulu nonton juga Sinema bioskop X Files. Kebenaran sering ditampilkan di dalam cerita fiksi,” kata @TheGingerRoot96.
Sentimen mengenai akurasi prediksi masa depan dalam karya seni juga disampaikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus kekhawatiran.
“The X-Files penuh kebenaran jadi bukan Tengah Truth Is Out There. Chris Carter Mengerti soal masa depan,” kata @Kimberleigh444.
Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Perkumpulan yang dilansir dari ABC News, status wabah hantavirus Demi ini ditetapkan pada Tingkat 3 Tanggap Darurat. Dokter Ashish Jha menjelaskan bahwa risiko Mortalitas akibat virus ini cukup tinggi bagi Sosok.
“Ini adalah virus dengan tingkat Mortalitas 30-40%. Butuh waktu Tiba gejalanya muncul,” kata dokter Ashish Jha kepada ABC News.
Otoritas kesehatan Demi ini tengah melacak potensi kasus di 12 negara setelah 30 orang suspect turun dari kapal di Pulau St Helena pada 24 April 2026. Kapal MV Hondius yang dioperasikan Oceanwide Expeditions tersebut dijadwalkan berlabuh di Kepulauan Canary, Spanyol, pada hari Minggu ini meskipun mendapat penolakan dari Penduduk setempat.
