KAI pastikan perjalan kereta tetap Terjamin setelah gempa magnitudo 4.9

KAI pastikan perjalan kereta tetap aman setelah gempa magnitudo 4.9

Cianjur (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di Kawasan operasional Daop 2 Bandung tetap Terjamin setelah terjadinya gempa bumi magnitudo 4,9 yang terjadi Minggu (19/7) petang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo Ketika dihubungi Minggu, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas Istimewa KAI dalam setiap kondisi, termasuk Ketika terjadi bencana alam.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa berpusat di 83 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 7,73 LS – 106,53 BT dengan kedalaman 23 kilometer.

“Dimana getaran gempa dirasakan di Kawasan operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli, dimana Ketika kejadian terdapat KA Siliwangi (343) Rekanan Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur,” katanya.

KA Siliwangi tiba di Stasiun Cibeber sesuai jadwal Ketika gempa terjadi, sebagai bentuk penerapan Mekanisme keselamatan, perjalanan kereta Bukan langsung dilanjutkan.

Petugas KAI Daop 2 Bandung segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional guna memastikan seluruhnya dalam kondisi Terjamin dan laik dilalui.

Setelah dipastikan Bukan terdapat gangguan maupun kerusakan pada prasarana, perjalanan KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber menuju Stasiun Sukabumi, meski mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal keberangkatan semula.

“KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi Terjamin dan Bukan terdapat kerusakan akibat gempa,” katanya.

Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan, dimana keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas Istimewa PT KAI.

“Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan Mekanisme tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak Buat dilakukan Pengawasan oleh petugas prasarana,” katanya.