Jurnalis RI Ditangkap Militer Israel, Menko Yusril: Pemerintah Upayakan Jalur Diplomatik

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan Angkatan Laut Israel yang mencegat dan menangkap sembilan Anggota negara Indonesia (WNI) di perairan Global.

Sembilan WNI tersebut merupakan kru kapal Dunia Sumud Flotila 2.0. Rombongan koalisi masyarakat sipil Global ini berniat menyalurkan Donasi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Tiga jurnalis nasional masuk dalam daftar rombongan yang ditahan militer. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Ketiganya tergabung dalam Dunia Peace Convoy Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Insan, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden pencegatan relawan kemanusiaan tersebut.

“Pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap Anggota negara Indonesia, khususnya para wartawan,” ujar Yusril di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/5/2026).

Yusril mengakui komunikasi dengan para korban Lagi terputus hingga kini. Kementerian Luar Negeri sedang bergerak aktif melacak posisi para jurnalis dan relawan Buat mengupayakan pembebasan.

“Kita Bukan punya Rekanan diplomatik dengan Israel, dan kita Bukan dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel,” lanjut Yusril.

Ketiadaan jalur diplomasi langsung Membikin pemerintah harus memutar otak. Pemerintah memilih opsi pemanfaatan jaringan Global demi menyelamatkan Anggota negara yang disandera. “Tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga Buat melindungi Anggota negara kita,” pungkas Yusril. [ipl/kun]