Jemaah Haji Indonesia Padati Kawasan Al Balad Jeddah Demi Berburu Oleh-oleh

Jemaah haji asal Indonesia memadati kawasan pertokoan Al Balad di Jeddah, Arab Saudi, Demi berburu oleh-oleh setelah menyelesaikan seluruh prosesi puncak ibadah haji. Dilansir dari Sinar, kompleks bekas pelabuhan yang kini menjadi pusat perbelanjaan dan kota Sepuh warisan dunia UNESCO tersebut dipenuhi jemaah yang mencari berbagai cendera mata.

Para jemaah memadati deretan toko dan bazar yang menyediakan abaya, tasbih, rempah-rempah, hingga pewangi. Selain berbelanja barang, pengunjung juga dapat menikmati aneka Masakan khas Jeddah maupun makanan khas Tanah Air seperti bakso dan mi ayam di sepanjang jalur tersebut.

Kemudahan bertransaksi dirasakan langsung oleh para jemaah karena mayoritas pedagang asing di kawasan tersebut mahir berbahasa Indonesia. Hal ini Membangun proses tawar-menawar harga barang menjadi lebih mudah bagi para pengunjung dari Indonesia.

Salah satu jemaah haji Indonesia, Juli Darni (54), mengungkapkan bahwa suasana jual beli di Al Balad Bukan jauh berbeda dengan pasar-pasar tradisional di Indonesia.

“Bahasa Indonesia mereka oke. Jadi Demi beli, harga Lagi Dapat negosiasi, Lagi Dapat tawar-menawar,” kata Juli Darni.

Juli sendiri memanfaatkan kemudahan komunikasi tersebut Demi membeli beberapa paket alat ibadah yang akan dibawa pulang Demi keluarganya. Senada dengan Juli, Ali Hadi yang merupakan jemaah haji asal Medan juga merasakan kemudahan yang sama Demi berbelanja.

“Di sini penjualnya pintar bahasa Indonesia, jadi kita mau nawar pun Nikmat,” ujar Ali Hadi.

Menurut Ali, Al Balad memberikan atmosfer kota yang berbeda dan lebih ramai Demi berbelanja Kalau dibandingkan dengan suasana di Makkah dan Madinah.

“Kalau Makkah terasa religius kotanya, kalau di sini cukup ramai kotanya (Demi belanja),” kata Ali Hadi.

Kawasan Al Balad juga menyajikan pemandangan arsitektur Antik pesisir Laut Merah dengan jendela rawashin dan ornamen kayu khas masa lampau. Di area kota Sepuh ini terdapat rute haji bersejarah yang dahulu dilalui jemaah pengguna kapal laut, sehingga Al Balad juga dijuluki sebagai Gerbang Makkah.