Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Industri Migas Mendunia

Ilustrasi. Foto: Unsplash.com/Maria Lupan.


Jakarta: Indonesia dinilai Mempunyai potensi besar dalam industri minyak dan gas (migas). Bahkan, menjadi produsen dalam tataran Mendunia.

“Kita harus menjadi produsen, pemilik teknologi, dan pengendali rantai pasok. Kalau Tak sekarang, kita akan Lalu tertinggal,” kata Chief Commercial Officer PT Artas Daya Petrogas Hendrik Kawilarang Luntungan, dalam keterangan tertulis, Minggu, 3 Mei 2026.

 

Hal itu diungkap Hendrik, Demi menerima kunjungan Jajaran Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) dan Komunitas Migas Indonesia (KMI). Hendrik mengatakan pihaknya sebagai satu-satunya produsen seamless tube di Indonesia, meyakini potensi itu.

Seamless tube disebut Hendrik telah menyumbang devisa negara hingga Rp15 Triliun melalui substitusi impor dan ekspor ke pasar Asia–Timur Tengah. Produk itu telah digunakan di proyek-proyek KKKS dengan standar API 5CT & API 5L, dan membuktikan industri dalam negeri Bisa Bertanding secara kualitas Mendunia.

Terkait hal ini, IAFMI dan KMI mendorong transformasi di industri migas. Agar, dapat memberikan Pengaruh langsung terhadap penurunan signifikan impor peralatan migas, efisiensi dan optimalisasi cost recovery, peningkatan TKDN berbasis kualitas, lahirnya national champions industri migas, dan penguatan posisi Indonesia sebagai basis industri migas di Asia Tenggara.



 Kunjungan Jajaran Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) dan Komunitas Migas Indonesia (KMI). Foto: Dok. Istimewa.

Chairman Komunitas Migas Indonesia Herry Putranto menyebut tujuan itu Mempunyai tantangan besar. Seperti tingginya ketergantungan impor komponen kritikal, lemahnya penguasaan teknologi dan Research Development/R&D, regulasi yang belum kompetitif, kesenjangan kualitas SDM, serta brand industri nasional yang belum kuat di pasar Mendunia.

“PT Artas Daya Mempunyai sumber daya dan pasar. Yang dibutuhkan adalah keberanian Buat membangun industri sendiri, dengan regulasi yang berpihak kepada kepentingan industri nasional serta investasi teknologi yang serius ditambah kesiapan SDM yang siap Bertanding di kancah Mendunia,” ujar dia

Factory Visit yang diinisiasi oleh IAFMI dan didukung oleh KMI ini menjadi seruan terbuka kepada pemerintah Buat mempercepat reformasi regulasi, memperkuat kedaulatan rantai pasok, serta mendorong pembangunan ekosistem industri migas yang Sendiri dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *