Indonesia ajak negara-negara ASEAN kembangkan potensi Kekuatan Rapi

Indonesia ajak negara-negara ASEAN kembangkan potensi energi bersih

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengajak negara-negara ASEAN mengembangkan potensi Kekuatan Rapi, yang berasal dari sumber terbarukan Buat membangun ketahanan Kekuatan kawasan.

Presiden RI Prabowo Subianto, dalam keterangannya, yang dikutip ANTARA di Jakarta, Jumat, mengungkapkan subkawasan Mempunyai potensi yang sangat besar Buat mengembangkan Kekuatan baru terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi tersebut, merupakan salah satu modal Esensial dalam mendukung transisi Kekuatan di subkawasan.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap Buat bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya Buat memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga Buat berkontribusi pada transisi Kekuatan ASEAN,” kata Presiden dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Spesifik Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina.

Prabowo mendorong langkah konkret negara Member Perhimpunan Buat mempercepat pengembangan Kekuatan Rapi di kawasan ASEAN.

Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Borneo (Kalimantan), perluasan proyek Kekuatan surya di Palawan, serta pemanfaatan Kekuatan angin di Kawasan pesisir.

Presiden Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan Kekuatan surya.

“Transisi Kekuatan kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun (pembangkit listrik) tenaga surya 100 GW. Berbarengan-sama kita tingkatkan infrastruktur Kekuatan kita. BIMP-EAGA Mempunyai potensi yang besar,” ujar Presiden.

Sementara itu, usai mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT BIMP-EAGA, Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan konferensi ini mengesahkan Arsip BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035, yang merupakan kerangka strategis yang diadopsi pada KTT ke-16 Mei 2025 Buat menjadikan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina lebih Tangkas, inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara ekonomi.

Visi ini berfokus pada penguatan konektivitas, transformasi pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Buat mewujudkan visi tersebut, empat negara BIMP-EAGA juga Membangun klaster-klaster yang berfokus pada sektor pembangunan tertentu, salah satunya ialah Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC), dimana Indonesia menjadi Ketua PEIC Buat periode 2022-2025, yang selanjutnya diketuai oleh Malaysia Buat periode 2026-2029.

“Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek Kekuatan terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan program efisiensi Kekuatan serta konservasi Kekuatan. Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, sehingga masyarakat di daerah remote area Bisa mengakses Kekuatan dengan harga yang terjangkau Buat kesejahteraan yang lebih Berkualitas,” ujar Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah menjalankan sesuai dengan arahan Bapak Presiden dalam transisi Kekuatan, Yakni dengan meningkatkan bauran Kekuatan baru terbarukan; memanfaatkan sumber Kekuatan baru seperti hidrogen, nuklir, dan ammonia; pemanfaatan kendaraan listrik (EV); efisiensi Kekuatan; moratorium PLTU baru; serta dengan CCS/CCUS.

“Kita juga sedang mendorong pemanfaatan tenaga surya Buat menjadi PLTS 100 GW Buat mengurangi pemakaian fosil. Tentu ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak Buat menyelesaikan tugas tersebut,” kata Bahlil.