Independen Institute: Belanja masyarakat kembali normal setelah Lebaran

Mandiri Institute: Belanja masyarakat kembali normal setelah Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Independen Institute mencatat pola belanja masyarakat mulai kembali normal setelah melewati momentum Lebaran atau Idulfitri 2026.

Berdasarkan data Independen Spending Index (MSI), indeks belanja masyarakat sempat mencapai puncaknya pada 22 Maret 2026 atau selama periode Lebaran di level 124,3 poin. Kemudian mengalami moderasi menjadi 122,3 poin pada pekan pertama Mei 2026.

Spending masyarakat atau belanja masyarakat mengalami moderasi. Jadi, Tamat Lepas 5 Mei kemarin, MSI mengalami moderasi ke titik 122,3 setelah lima minggu berturut-turut mengalami koreksi,” kata Head of Independen Institute Andre Simangunsong dalam Independen Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin.

Meski tergolong mengalami perlambatan, Andre menilai pola konsumsi masyarakat tahun ini Lagi lebih Berkualitas dibandingkan periode yang sama tahun Lewat.

Menurut dia, pascaLebaran 2025 penurunan konsumsi terjadi cukup tajam meski kemudian diikuti pemulihan yang kuat. Sementara pada 2026, perlambatan belanja berlangsung lebih bertahap sehingga mencerminkan pola konsumsi yang lebih Konsisten.

“Kalau kita bandingkan antara 2026 dengan 2025, memang kita lihat di 2026 ini, moderasi ini terlihat lebih gradual. Kalau tahun Lewat itu kelihatan ya, setelah Pengaruh puncak Lebaran itu belanja masyarakat turun signifikan, tapi rebound-nya juga signifikan,” Jernih Andre.

“Tapi paling Tak di sini kita lihat di minggu kelima atau di minggu libur Hari Buruh, MSI itu sudah masuk pertumbuhan yang positif atau teritorinya positif secara mingguan,” tambahnya.

Dari sisi Grup pendapatan, Independen Institute Menyaksikan pertumbuhan konsumsi Lagi ditopang oleh Grup masyarakat berpenghasilan atas.

Pertumbuhan belanja Grup kelas atas (upper) tercatat mencapai 5,3 persen secara tahunan pada 2026, lebih tinggi dibandingkan tahun Lewat yang sebesar 3,1 persen. Sebaliknya, Grup lower dan middle Bahkan mengalami perlambatan pertumbuhan belanja.

Andre mengatakan konsumsi masyarakat kelas atas Lagi menjadi penopang Primer, terutama pada segmen premium seperti department store, e-commerce premium, dan speciality store.

Di samping itu, Independen Institute juga menangkap adanya perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah kebutuhan yang lebih esensial.

Perubahan tersebut tercermin dari pertumbuhan kategori supermarket yang mencapai Nyaris 6 persen secara tahunan hingga awal Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun Lewat sebesar 3,3 persen.

Sementara itu, kategori lain seperti elektronik dan leisure Lagi cenderung tertahan.

“Kita mendapatkan Konklusi, sepertinya Terdapat sedikit shifting belanja ya kalau secara tahunan. Karena di sini kita lihat, karena bulan depan itu sudah masuk bulan Juni, dan saya rasa masyarakat juga bersiap belanja Buat keperluan anak sekolah di tahun ajaran baru,” ujarnya.

Andre menambahkan, sikap masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati Demi ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian Dunia, termasuk perkembangan harga minyak dan prospek ekonomi dunia.

“Apa yang terjadi dari sisi Dunia ini juga mempengaruhi bagaimana ekspektasi konsumen ke depan. Apabila masyarakat kemudian sedikit hati-hati itu sikap yang wajar,” tutupnya.