IKG Kabupaten Mojokerto Turun Signifikan pada 2025, Kesetaraan Gender Dinilai Makin Meningkat

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • IKG Kabupaten Mojokerto tahun 2025 turun menjadi 0,209 dari sebelumnya 0,295.
  • Penurunan sebesar 0,086 poin menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
  • Kenaikan partisipasi kerja Perempuan menjadi Elemen paling dominan dalam penurunan IKG.
  • BPS menyebut tren perbaikan kesetaraan gender di Mojokerto berlangsung konsisten sejak 2021.

Mojokerto (Liputanindo.id) – Kabupaten Mojokerto mencatat capaian positif dalam upaya peningkatan kesetaraan gender pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 turun signifikan menjadi 0,209 atau menurun 0,086 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di Nomor 0,295.

Penurunan tersebut menjadi capaian terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Nomor itu bahkan lebih tinggi dibanding penurunan pada 2024 yang hanya mencapai 0,048 poin.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kondisi kesetaraan gender di Kabupaten Mojokerto Lalu mengalami perbaikan secara bertahap dan konsisten.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Kabupaten Mojokerto Lalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2026).

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Ia menjelaskan, tren penurunan IKG di Kabupaten Mojokerto telah berlangsung sejak 2021. Dalam lima tahun terakhir, total penurunan IKG tercatat mencapai 0,193 poin dengan rata-rata penurunan Sekeliling 0,048 poin per tahun sejak 2022.

Menurutnya, membaiknya capaian IKG tahun 2025 dipengaruhi peningkatan pada tiga dimensi Istimewa, yakni tenaga kerja, kesehatan reproduksi, dan pemberdayaan Perempuan.

Perbaikan paling menonjol terjadi pada dimensi tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan mengalami peningkatan cukup signifikan dari 60,88 pada 2024 menjadi 66,03 pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya keterlibatan Perempuan dalam aktivitas ekonomi maupun dunia kerja di Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi Perempuan yang melahirkan Kagak di fasilitas kesehatan juga mengalami penurunan. Angkanya turun dari 0,024 pada 2024 menjadi 0,007 pada 2025.

Penurunan tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya akses layanan kesehatan sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persalinan yang Kondusif bagi ibu dan bayi.

Sementara itu, pada dimensi pemberdayaan Perempuan, persentase Member parlemen Perempuan di Kabupaten Mojokerto Lagi stagnan di Nomor 24 persen atau belum mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, secara keseluruhan capaian IKG Kabupaten Mojokerto tahun 2025 dinilai menjadi sinyal positif terhadap efektivitas berbagai program pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan Perempuan.

“Atau belum mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, secara keseluruhan capaian IKG 2025 dinilai menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan gender mulai menunjukkan hasil yang Konkret,” tegasnya. [tin/beq]