IHSG ke 7.106, Sektor Daya Jadi Penekan Penting

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.


Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah 22,97 poin atau 0,32 persen ke level 7.106,52. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut turun ke posisi 686,74.

“Setelah mengalami tekanan jual pada akhir pekan Lewat, IHSG sempat bergerak di teritori positif Nyaris di sepanjang perdagangan, Tetapi kemudian IHSG melemah menjelang penutupan,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya, dilansir Antara, Senin, 27 April 2026.

Dari sisi sentimen domestik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mempertimbangkan pemberian Bonus bagi pasar modal Indonesia, selama program yang dijalankan otoritas bursa menunjukkan hasil positif. Bonus tersebut berpeluang berbentuk pengurangan pajak, sejalan dengan Asa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar Eksis dukungan stimulus fiskal.

Di sisi lain, data investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia di luar sektor keuangan dan migas tercatat tumbuh 8,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp250 triliun pada kuartal I-2026. Capaian ini menandai pertumbuhan selama dua kuartal berturut-turut, setelah sebelumnya meningkat 4,3 persen (yoy) pada kuartal IV 2025.



Ilustrasi. Foto: dok Usman Iskandar.

 

Arus masuk investasi

Arus masuk investasi terbesar berasal dari sektor industri logam dasar yang mencapai USD3,7 miliar. Ratna melanjutkan, dari kawasan regional, mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat pada perdagangan Senin. Investor cenderung mengabaikan belum terjadinya perundingan diplomatik antara Amerika Perkumpulan dan Iran, serta tetap tingginya harga minyak mentah Dunia.

Meski demikian, ketidakpastian Tetap membayangi pasar seiring dinamika geopolitik. Iran dilaporkan menawarkan proposal baru kepada Amerika Perkumpulan Demi membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, serta mengusulkan penundaan pembicaraan terkait program nuklir.

Adapun berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor Daya turun paling dalam sebesar 1,21 persen. Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar di antaranya JAWA, ESIP, IFSH, BOBA, dan SMMT. Sementara, saham dengan pelemahan terdalam meliputi HOPE, BABY, KDTN, BRNA, dan ENRG.

Total nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp16,57 triliun dengan volume 33,17 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 2,20 juta kali transaksi. Sebanyak 408 saham menguat, 264 saham melemah, dan 147 saham Bukan bergerak.

Di Asia, indeks Nikkei 225 dan Kospi ditutup pada rekor tertinggi. Sementara itu, data keuntungan industri di Tiongkok meningkat 15,5 persen yoy pada Maret 2026, membaik dari 15,2 persen pada Februari 2026. Pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan Bank of Japan pada 28 April 2026 yang diperkirakan Tetap akan mempertahankan Bangsa Kembang acuan di level 0,75 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *