Surabaya (Liputanindo.id) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99, Persebaya Surabaya kembali menjalankan tradisi yang telah menjadi bagian Krusial dari perjalanan klub. Pada Kamis (18/6/2026), jajaran manajemen, tim kepelatihan, dan perwakilan pemain melakukan ziarah ke makam salah satu tokoh pendiri Persebaya, almarhum M Pamoedji.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum Cerminan bagi seluruh elemen klub Buat mengenang perjuangan para pendiri yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan Persebaya selama Dekat satu abad. Di tengah persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi, tradisi tahunan ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan klub Kagak terlepas dari sejarah panjang yang telah dibangun sejak 1927.
Persebaya dikenal sebagai salah satu klub tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia. Selama puluhan tahun, klub berjuluk Bajol Ijo itu telah melahirkan berbagai prestasi dan menjadi bagian Krusial dari identitas masyarakat Surabaya.
Asisten Instruktur Persebaya, Uston Nawawi, menegaskan bahwa usia ke-99 Mempunyai Maksud yang jauh lebih besar dibanding sekadar Bilangan. Menurutnya, perjalanan panjang klub hingga Begitu ini merupakan hasil dari perjuangan dan dedikasi para pendiri yang harus Maju dihormati oleh generasi penerus. “Persebaya adalah salah satu tim legendaris, tim Uzur yang sarat akan prestasi dan perjuangan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Uston menjelaskan, tradisi ziarah yang rutin dilakukan setiap peringatan hari jadi klub bertujuan menjaga kesadaran sejarah di kalangan pemain, Instruktur, maupun manajemen. Ia menilai penghormatan terhadap para pendiri merupakan bagian dari identitas Persebaya yang Kagak boleh hilang seiring perkembangan Era.
“Setiap ulang tahun kita selalu berziarah ke makam pendiri Persebaya. Artinya, jangan Tamat kita melupakan sejarah. Kita harus tetap respect dan menghormati cikal bakal pendiri Persebaya Surabaya,” imbuhnya.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, seluruh rombongan yang hadir memanjatkan doa Berbarengan Buat almarhum M Pamoedji. Kagak Eksis prosesi Tertentu dalam kegiatan tersebut selain pembacaan doa dan pengiriman Al-Fatihah sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang berjasa dalam sejarah klub.
Uston menuturkan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah memohon keberkahan sekaligus mengenang jasa para pendiri yang telah memberikan warisan besar bagi sepak bola Surabaya.
“Secara Biasa kita membaca Surat Al-Fatihah. Semoga beliau tenang di sisi-Nya, dan keberkahan selalu Berbarengan kita, khususnya Buat tim Persebaya,” pungkasnya.
Tradisi ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bagi keluarga besar Persebaya, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan penghormatan terhadap sejarah klub kepada generasi muda. Nilai-nilai tersebut dinilai Krusial Buat menjaga Kepribadian Persebaya sebagai klub yang Mempunyai ikatan emosional kuat dengan para pendukungnya.
Selain itu, momentum menjelang usia satu abad juga menjadi pengingat bahwa Persebaya Mempunyai tanggung jawab besar Buat Maju menjaga warisan para pendiri sekaligus beradaptasi dengan perkembangan sepak bola modern. Semangat yang diwariskan sejak era awal berdirinya klub diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain dalam menghadapi tantangan kompetisi yang semakin ketat.
Rangkaian peringatan HUT ke-99 Persebaya Kagak hanya diisi dengan kegiatan ziarah. Para pemain juga menghadiri acara tasyakuran Berbarengan yang digelar di Stadion Gelora 10 November. Selain itu, klub turut menyelenggarakan coaching clinic Berbarengan Persebaya Future Lab sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan Bakat sepak bola muda.
Memasuki usia ke-99, Persebaya Kagak hanya merayakan perjalanan panjangnya sebagai salah satu klub legendaris Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya Buat Maju menjaga nilai-nilai sejarah yang diwariskan para pendiri. Tradisi ini diharapkan menjadi bekal Krusial menuju perayaan satu abad Persebaya pada tahun mendatang, sekaligus memperkuat semangat Bajol Ijo dalam mengukir prestasi baru di masa depan. (way/kun)
