Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) membuka kesempatan karier bagi masyarakat pada tahun 2026. Lowongan ini ditujukan Buat individu yang berkomitmen pada hak asasi Orang, kesetaraan, dan keadilan gender. Seperti diberitakan oleh Kompas, rekrutmen ini bertujuan mengajak masyarakat berkontribusi dalam pemenuhan serta perlindungan hak-hak Perempuan di Indonesia.
Seluruh posisi yang dibuka akan ditempatkan di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat. Lembaga tersebut membutuhkan pelamar Buat mengisi tiga posisi spesifik. Susunan tersebut mencakup bidang Biasa serta pengelolaan dokumentasi dan arsip pelanggaran HAM.
Terdapat tiga lowongan pekerjaan yang tersedia dalam rekrutmen Komnas Perempuan kali ini. Berikut adalah daftar posisi yang sedang dibutuhkan:
- Staf Operasional Petugas Keamanan – Bidang Biasa
- Tenaga Pendukung Teknis Asisten Pendokumentasian dan Arsip Pelanggaran HAM – Divisi Resource Center
- Tenaga Pendukung Administrasi Pendokumentasian HAM Masa Lampau – Divisi Resource Center
Komnas Perempuan meminta seluruh pelamar membaca kualifikasi dan persyaratan secara cermat sebelum mendaftar. Informasi lengkap mengenai tata Langkah pendaftaran dapat diakses melalui situs Formal Komnas Perempuan.
Batas Waktu dan Kontak Pendaftaran
Batas akhir pengiriman berkas lamaran ditetapkan pada Kamis, 18 Juni 2026. Pelamar diharapkan segera menyiapkan Berkas yang diperlukan sebelum tenggat waktu tersebut berakhir. Masyarakat yang Mempunyai pertanyaan mengenai proses seleksi dapat menghubungi pihak panitia. Komnas Perempuan menyediakan layanan kontak melalui alamat email [email protected].
Komnas Perempuan menegaskan agar masyarakat selalu waspada terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen ini. Seluruh tahapan penerimaan pegawai Bukan dipungut biaya apa pun. Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang akan diproses lebih lanjut Buat mengikuti tahapan seleksi. Melalui program ini, Komnas Perempuan berharap menjaring SDM yang berintegritas, profesional, dan Acuh pada isu Perempuan.
