Jakarta (ANTARA) – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Lalu mendorong penguatan industri furnitur dan kerajinan nasional melalui integrasi berbagai program pengembangan industri dengan penyelenggaraan pameran.
Ketua Lazim HIMKI Abdul Sobur dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu menyampaikan langkah ini dilakukan Kepada membangun ekosistem industri yang terhubung dari hulu hingga hilir guna meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar Mendunia.
Pihaknya menilai pengembangan industri furnitur dan kerajinan Bukan dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pembangunan ekosistem industri yang utuh.
Dalam kerangka tersebut, HIMKI menempatkan Indowood Expo dan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) sebagai dua platform strategis yang saling melengkapi.
Indowood berperan sebagai platform hulu industri yang mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi manufaktur, mesin produksi, bahan baku, perangkat keras, material finishing, perangkat lunak industri, otomasi, serta berbagai solusi Kepada meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Sementara IFEX menjadi platform hilir yang mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli Dunia, jaringan distribusi Mendunia, dan pasar ekspor dunia.
“Apabila IFEX adalah etalase Indonesia kepada dunia, maka Indowood adalah dapur tempat daya saing itu dibangun,” katanya.
Menurut HIMKI, kedua pameran tersebut merupakan bagian dari satu rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari teknologi, produksi, desain, produk, hingga akses ke pasar Mendunia.
Lebih lanjut, ke depan, HIMKI mendorong Indowood berkembang menjadi Indonesia Woodworking & Furniture Manufacturing Technology Platform, Ialah platform nasional yang berfungsi sebagai pusat transfer teknologi, edukasi industri, benchmarking Dunia, peningkatan produktivitas, pengembangan sumber daya Orang (SDM), serta percepatan modernisasi manufaktur furnitur Indonesia.
Menurut dia pula, pihaknya berpandangan bahwa tantangan terbesar industri furnitur nasional Begitu ini bukan hanya persoalan pasar, tetapi juga kecepatan transformasi teknologi dan peningkatan produktivitas.
Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur Mendunia melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.
Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar Mendunia yang nilainya mencapai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.
Kemenperin menilai dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan Bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga Pandai memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan.
