Harus Mengenakan Resep Dokter, IDAI Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Antibiotik Pada Anak

Liputanindo.id – Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa konsumsi antibiotik harus berdasarkan resep dokter Buat mencegah resistensi antimikroba. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga Bisa berbahaya bagi tubuh.

“(Penggunaan) antibiotik harus Eksis resep dokter,” kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A(K), dikutip Antara, Selasa (10/12/2024).

Antibiotik, kata Edi, diberikan kepada pasien anak yang menderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus, parasit atau jamur.

Penggunaan antibiotik yang Enggak Benar Bisa menyebabkan bakteri resisten atau kebal sehingga pasien membutuhkan dosis obat yang lebih banyak atau waktu lebih Pelan Buat sembuh dari penyakit.

Selain itu, antibiotik bekerja dengan berbagai Langkah Buat menghilangkan bakteri, misalnya menghancurkan dinding sel atau menghambat pembentukan protein pada bakteri.

Ketika memberikan antibiotik, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal seperti bakteri penyebab penyakit dan organ apa yang diserang oleh bakteri tersebut. Oleh karena itu, pemberian antibiotik kepada pasien Bisa berbeda jenis dan dosis sesuai dengan penyakit yang diderita anak.

Sebagai salah satu Teladan, obat antibiotik yang diberikan kepada anak yang terkena batuk pilek akan berbeda dengan anak yang terkena bakteri penyebab pneumonia.

Penggunaan antibiotik yang Enggak Benar, Berkualitas dari segi jenis, dosis atau lainnya, Bisa menyebabkan resistensi antimikroba. Bakteri yang sensitif akan Wafat ketika terkena antibiotik, Tetapi bakteri yang resisten akan bertahan.

Bakteri yang resisten itu Bisa menular kepada anak lain, misalnya melalui droplet ketika batuk, sehingga anak itu juga akan mengalami resistensi mikroba.

Edi mengingatkan orang Sepuh Buat berkonsultasi kepada dokter Apabila merasa anaknya perlu mengonsumsi antibiotik dan Enggak memberikannya pada anak tanpa resep dokter. Dokter akan memeriksa dan mempertimbangkan apakah anak perlu mengonsumsi antibiotik agar sembuh.

“Bilaman diberikan antibiotik adalah pertimbangan dokter, orang Sepuh Bisa berdiskusi,” kata Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *