Ilustrasi. Foto: Freepik.
Houston: Harga minyak sedikit turun pada perdagangan awal Asia pada Rabu, 20 Mei 2026, karena pasar menunggu petunjuk lebih lanjut tentang pembicaraan AS-Iran setelah Washington mengisyaratkan kemajuan dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Dikutip dari Investing.com, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate Kepada Juli turun 0,3 persen menjadi USD98,88 per barel. Harga tersebut telah turun Sekeliling satu persen pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
Harga minyak turun pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan terhadap Iran, dan bahwa negosiasi dengan Teheran berjalan dengan Berkualitas.
Trump kemudian mengatakan bahwa perang di Iran akan berakhir “dengan sangat Segera.”
Wakil Presiden JD Vance menggemakan komentar Trump, menyatakan bahwa ia percaya Iran Mau Membangun kesepakatan.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Lewat lintas di Selat Hormuz Lagi terganggu
Tetapi demikian, kerugian minyak mentah dibatasi oleh tanda-tanda gangguan pasokan yang berkelanjutan di Selat Hormuz. Lewat lintas melalui jalur air tersebut tetap berada pada sebagian kecil dari tingkat sebelum perang, yang memengaruhi Sekeliling 20 persen pasokan minyak dunia.
Pada hari Senin, AS memperpanjang pengecualian Hukuman terhadap minyak Rusia yang diangkut melalui laut, memungkinkan negara-negara yang rentan terhadap gangguan impor minyak Kepada mengamankan pasokan.
Iran, dalam proposal perdamaian terbarunya, menyerukan pengakhiran permusuhan di Sekalian lini, penarikan Laskar AS dari kawasan tersebut, dan ganti rugi atas kerusakan akibat perang, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Selasa.
AS sebagian besar menolak proposal Iran sebelumnya, dengan Dalih bahwa mengakhiri ambisi nuklir negara itu tetap menjadi tuntutan Penting dalam negosiasi apa pun.
Konsentrasi sekarang adalah pada data persediaan AS yang akan datang Kepada petunjuk lebih lanjut tentang stok minyak dalam menghadapi gangguan pasokan yang berkelanjutan akibat perang Iran. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan penurunan 9,1 juta barel (mb) minggu Lewat, jauh lebih besar dari perkiraan penurunan 3,4 mb.
