Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Jakarta: Sejumlah Informasi ekonomi pada Rabu, 22 Juli 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Liputanindo.id. Informasi itu mulai dari harga emas dunia naik Nyaris dua persen jadi USD4.080 hingga Wall Street menguat.
Berikut rangkuman Informasi selengkapnya:
1. Harga Emas Dunia Naik Nyaris 2% hingga Tembus USD4.080
Harga emas dunia ditutup menguat Nyaris dua persen pada perdagangan Selasa waktu setempat setelah berulang kali menguji level psikologis USD4.000 per ons sejak pertengahan Juli. Kenaikan logam mulia terjadi di tengah penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak akibat meningkatnya konflik antara Amerika Perkumpulan (AS) dan Iran.
Baca Informasi selengkapnya di sini.
2. Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Konflik AS-Iran, Brent Dijual USD91/Barel
Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik antara Amerika Perkumpulan (AS) dan Iran. Sentimen pasar juga dipengaruhi ancaman Grup Houthi di Yaman terhadap jalur pelayaran strategis di Laut Merah.
Baca Informasi selengkapnya di sini.
3. Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Gas Eropa Gegara Gangguan Hormuz
Goldman Sachs merevisi naik proyeksi jangka pendek harga gas alam Eropa setelah memperkirakan pemulihan ekspor gas alam Likuid (liquefied natural gas/LNG) dari kawasan Teluk Persia berlangsung lebih Lamban dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Baca Informasi selengkapnya di sini.
4. UBS Pangkas Area Beli Perak, Simak Sasaran Harganya
UBS merevisi kisaran harga yang dinilai menarik Buat strategi buy on dip atau membeli Begitu harga turun. Langkah tersebut diambil setelah harga perak mengalami koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir dan tekanan terhadap logam mulia diperkirakan Lagi berlanjut dalam jangka pendek.
Baca Informasi selengkapnya di sini.
5. Wall Street Menguat, Nasdaq Raup Cuan Paling Berlimpah
Bursa saham Amerika Perkumpulan (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat, didorong oleh reli saham sektor semikonduktor serta laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi pasar. Sentimen positif tersebut Bisa meredam kekhawatiran investor terhadap meningkatnya ketegangan perdagangan dan dinamika geopolitik.
Baca Informasi selengkapnya di sini.
