Harga Emas Dunia Menguat, Curi Kilau Dolar AS

Ilustrasi. Foto: Freepik.


Chicago: Harga emas dunia bergerak Konsisten pada perdagangan Jumat setelah data ketenagakerjaan Amerika Perkumpulan (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan Spesies Merekah Federal Reserve.

 

Logam mulia ini juga berada di jalur penguatan mingguan pertama dalam lima pekan, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam delapan bulan pada awal pekan.

 

Mengutip Investing.com, Jumat, 3 Juli 2026, harga emas spot naik 0,1 persen menjadi USD4.128,74 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka menguat 0,4 persen ke level USD4.142,25 per ons.

 

Secara mingguan, harga emas spot tercatat menguat 0,9 persen. Adapun, volume perdagangan relatif tipis menjelang libur pasar AS pada Jumat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan.

 

Harga emas melonjak pada Kamis setelah data nonfarm payrolls menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Juni lebih rendah dari proyeksi pasar.

 

Data tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan Spesies Merekah Federal Reserve tahun ini. Pasar tenaga kerja yang kuat selama ini menjadi salah satu indikator Primer bagi bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter.

 

Perlambatan pertumbuhan tenaga kerja memberi ruang lebih besar bagi The Fed Kepada mempertahankan Spesies Merekah di level Ketika ini. Kondisi tersebut menjadi katalis positif bagi emas setelah sepanjang kuartal kedua logam mulia ini mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter.

 

Pada kuartal yang berakhir Juni, harga emas tercatat turun Sekeliling 13 persen, sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang sempat terbentuk sejak awal tahun. Pelemahan indeks dolar AS dari posisi tertinggi Dekat 13 bulan turut menopang penguatan pasar logam.

 


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Perak dan platinum ikut menguat

 
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak naik. Harga perak spot naik 0,15 persen menjadi USD61,0580 per ons.
 
Sementara itu, harga platinum spot menguat 0,2 persen ke level USD1.627,92 per ons. Penguatan ini terjadi seiring perubahan sentimen pasar terhadap prospek kebijakan Spesies Merekah AS.
 
Meski tekanan Spesies Merekah mulai mereda, pasar Lagi mencermati sikap hawkish Federal Reserve. Para pembuat kebijakan sebelumnya mengisyaratkan pendekatan ketat dalam pertemuan Juni.
 
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menegaskan bank sentral tetap berkomitmen menjaga Sasaran inflasi tahunan di level 2 persen, Kamis, 3 Juli 2026.
 
Sikap tersebut dinilai Lagi dapat memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek, terutama Kalau tekanan inflasi kembali meningkat.