Hamas Serahkan Daftar Nama Tiga Sandera yang Akan Dibebaskan Sabtu Ini

Proses pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Gaza: Grup pejuang Palestina Hamas telah menerbitkan nama tiga sandera Israel yang ditawan di Jalur Gaza, yang akan dibebaskan pada hari Sabtu ini, 15 Februari 2025. Salah satu sandera adalah seorang pria yang Mempunyai kewarganegaraan ganda Amerika Perkumpulan (AS).

Pengumuman terbaru Hamas di hari Jumat meredakan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang dinegosiasikan antara Israel dan Hamas dapat berakhir.

Hamas telah mengancam akan menangguhkan pembebasan sandera, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa pihaknya akan kembali menyerang Jalur Gaza.

Mengutip dari Miami Herald, kantor Netanyahu mengonfirmasi bahwa nama-nama sandera yang akan dibebaskan telah diserahkan Hamas.

Cek Artikel:  PBB Khawatir dengan Serangan Israel yang Lalu Berlanjut di Gaza

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas diharuskan merilis nama-nama sandera 24 jam sebelum mereka dibebaskan. Juga pada hari Sabtu, Israel akan membebaskan puluhan Kaum Palestina yang ditahan di penjara-penjaranya sebagai imbalan.

Menurut sumber-sumber Israel, Eksis 76 sandera tersisa di Jalur Gaza, dengan 36 orang diyakini sudah tewas.

Selama fase awal perjanjian gencatan senjata berdurasi enam pekan, Hamas akan membebaskan 33 sandera sebagai ganti 1.904 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Enam belas sandera Israel kini telah dibebaskan dalam lima tahap. Hamas juga telah membebaskan lima Kaum negara Thailand yang Tak menjadi bagian dari kesepakatan dengan Israel.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah melayangkan ultimatum ke Hamas, bahwa Apabila Segala sandera Israel Tak dibebaskan Sabtu siang ini, maka Gaza akan berubah menjadi neraka.

Cek Artikel:  Korut Luncurkan Rudal Jelajah Strategis, Janjikan Sikap Tegas terhadap AS

Baca juga:  Hamas Tunda Pembebasan Sandera Israel, Trump Lontarkan Ancaman

Mungkin Anda Menyukai