Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuka Kesempatan bagi Badan Usaha Punya Daerah (BUMD) Jawa Barat Demi mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) guna menyelamatkan nasib pegawai dan menjaga keberlangsungan konservasi di kawasan tersebut.
Pernyataan ini muncul menyusul belum adanya keputusan final dari Pemerintah Kota Bandung terkait penunjukan lembaga pengelola baru. Demi ini, Pemkot Bandung dikabarkan Tetap dalam tahap “audisi” dan kajian mendalam Demi memilih pengelola yang Betul.
“Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan Jabar kemarin, katanya Tamat sekarang belum Dapat diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum,” kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Jumat.
Pria yang akrab disapa KDM ini menjelaskan bahwa Pemkot Bandung telah mengajukan waktu satu bulan kepada Kementerian Kehutanan Demi mempertimbangkan pihak mana yang paling layak menakhodai Bandung Zoo.
Tetapi, Dedi menyatakan Kalau dalam tenggat waktu tersebut Bukan tercapai keputusan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap turun tangan.
KDM menegaskan bahwa ketertarikan Pemprov Jabar dalam mengelola aset legendaris tersebut bukan didasari oleh motif mencari keuntungan finansial semata, melainkan murni Demi misi penyelamatan lingkungan dan sosial.
Menurut dia, kawasan Bandung Zoo dinilai sebagai paru-paru kota yang krusial karena Mempunyai vegetasi hutan kota yang Tetap terjaga dengan jajaran pohon besar.
Oleh karena itu, kepastian status pengelolaan menjadi sangat Krusial agar standar kesejahteraan satwa dan hak-hak pekerja di dalamnya Bukan terbengkalai akibat ketidakpastian hukum yang berlarut-larut.
“Provinsi melalui BUMD menjadi pengelola Kebun Binatang bukan Demi tujuan bisnis, tapi tujuannya Demi menyelamatkan pegawai dan konservasi. Karena itu kawasan sangat Bagus, tertata kemudian hutan-hutannya relatif Bagus, pohon-pohonnya Tetap besar,” tuturnya.
