GoNews – Mauricio Souza Ceritakan Kekecewaan

BANDAR LAMPUNG – Hasil kurang memuaskan didapat Persija Jakarta Ketika bertandang ke Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026) kemarin. Menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga pekan ke-26 Super League 2025/2026, Harimau Kemayoran harus mengakhiri laga dengan kekalahan 1-3.

Persija sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat Apik. Baru satu menit laga berjalan, mereka sudah Bisa membuka Kelebihan. Umpan lambung Seksama dari Allano Lima sukses dimaksimalkan Rayhan Hannan lewat sundulan tajam.

Tetapi, Kelebihan Segera tersebut tak Bisa dipertahankan hingga akhir babak pertama. Tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui Moussa Sidibe. Skor 1-1 pun bertahan hingga Waktu Senggang.

Memasuki babak kedua, situasi berubah menjadi lebih sulit bagi tim tamu. Persija harus bermain dengan 10 pemain setelah Jordi Amat menerima kartu kuning kedua. Kondisi ini Membikin jalannya pertandingan semakin berat bagi Harimau Kemayoran.

Tetapi, dalam kondisi kalah jumlah pemain, Persija sempat kembali memimpin pada menit ke-63. Gol indah Fabio Calonego dari skema tendangan bebas membawa tim tamu unggul 2-1 setelah bola meluncur mulus tanpa Bisa dihentikan kiper Rival.

Kelebihan tersebut kembali sirna di penghujung pertandingan. Bhayangkara FC berhasil menyamakan skor sebelum akhirnya berbalik unggul. Dendy Sulistyawan mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan bebas pada menit ke-86, disusul gol kedua Moussa Sidibe di masa tambahan waktu (90+3’) yang memastikan kemenangan tuan rumah menjadi 3-1.

Setelah pertandingan berakhir, Instruktur Persija Jakarta Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya laga, khususnya pada momen setelah timnya unggul lebih dulu.

“Kami memulai pertandingan sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami sangat tenang di dalam penguasaan bola, kami Mengerti di mana Dapat menemukan ruang Buat Tamat ke gawang Rival. Kami berhasil mencetak gol dan Tetap Eksis beberapa Kesempatan Kembali Buat menyelesaikan di gawang Rival.”

“Apa yang Sebaiknya memberikan kami semangat dan motivasi, malah membawa kekecewaan. Kami tiba-tiba berhenti bermain, kami mulai memberikan ruang di lini pertahanan yang Kagak Sebaiknya diberikan, Tamat kita kemasukan gol dari bola liar di dalam kotak penalti,” ucapnya.

“Setelah babak kedua, saya Kagak punya banyak hal yang Dapat dikatakan karena permainan Akurat-Akurat terkondisikan oleh pengusiran (kartu merah) satu pemain kami. Sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain. Beberapa pemain pun belum mencapai performa terbaiknya, dan dengan satu pemain kurang, segalanya menjadi sangat sulit,” ujar Mauricio Kembali.

Meski demikian, Mauricio menegaskan bahwa timnya Kagak akan menyerah dan akan Lalu berjuang hingga akhir kompetisi. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *