Golongan Perlawanan Islam di Irak mengumumkan tawaran imbalan sebesar US$ 10 juta bagi siapa saja yang Bisa membunuh Presiden Amerika Perkumpulan, Donald Trump. Tawaran ini dilatarbelakangi oleh pembunuhan dua komandan terkemuka oleh AS, termasuk komandan Iran, yang terjadi beberapa waktu Lampau.
Pengumuman tersebut dirilis pada 16 Juli 2026 dan mencerminkan ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS. Tawaran imbalan tersebut dikumpulkan dari sumbangan Personil dan pendukung Golongan ini.
Golongan Perlawanan Islam menyatakan bahwa imbalan ini ditujukan bagi “siapa pun yang membunuh penjahat Trump” dan mengklaim tindakan tersebut merupakan balasan atas “kesombongan kriminal” presiden AS terkait pembunuhan komandan mereka, Mayor Jenderal Qasem Soleimani dan Serbuk Mahdi al-Muhandis.
“Pembalasan adalah janji yang mengikat bagi para pejuang, dan darah para syuhada akan tetap menjadi kutukan yang mengguncang takhta orang-orang yang Angkuh hingga para agresor dikalahkan,” ujar Golongan Perlawanan Islam di Irak.
Pengumuman ini muncul di tengah fase baru dari konflik yang berkepanjangan antara Iran dan AS, yang kian intensif. Pertempuran kembali terjadi setelah gencatan senjata, khususnya terkait pengaturan atas Selat Hormuz, jalur strategis Demi Kekuatan Mendunia.
